RSSA Malang Tepis Kabar Hoaks Soal Stagnasi Pasien Covid-19

KBRN, Malang: Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang menepis informasi terkait stagnasi pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan perawatan pasien Covid-19. Dalam informasi viral yang beredar di media sosial itu, menyebutkan bahwa saat ini 

terdapat stagnasi 21 pasien IGD incovid, mohon izin untuk menunda rujukan dan menyarankan untuk mencari rujukan RS Covid-19 lainnya.

“Menyikapi isu yang viral tentang stagnasi pasien di IGD RSSA, kami sampaikan bahwa berita tersebut belum bisa dipertanggungjawabkan,” kata Kepala Sub Bagian Humas RSSA Malang, Donny Iryan, Minggu (24/1/2021).

Menurut data hingga Sabtu (23/1/2021) kemarin sore, terdapat 137 pasien Covid-19 yang dirawat di salah satu RS rujukan Jawa Timur ini, dengan total bed yang disediakan saat ini ada 145 tempat tidur. “Tidak ada stagnasi karena kita bisa rawat dan layani seluruh pasien di RSSA,” tegasnya.

Dalam rangka pelayanan itu, sambung Donny, RSSA ttelah melakukan peningkatan pelayanan, yakni dengan menambahkan jumlah tempat tidur isolasi dan ICU untuk perawatan pasien Covid-19.

“Seluruh tempat tidur yang mulanya 83 saat ini sudah sampai 145 tempat tidur per 22 Januari 2021. Selain itu, tempat tidur khusus ICU yang awalnya hanya 10 kami tambah 4, sehingga kami bisa terima pasien dengan gejala berat dan kritis sebanyak 14 pasien di ICU,” ungkap Donny. 

Meski begitu, pihaknya berpesan pada masyarakat bahwa pandemi ini belum selesai. Sehingga disiplin protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Mengingat angka kematian akibat Covid-19 di Malang masih relatif tinggi.

“Kami sampaikan pada masyarakat agar tetap waspada. Sama-sama menjaga diri kita masing-masing. Selama tiga minggu terakhir, instalasi forensik RSSA sudah menangani 206 jenazah yang meninggal akibat Covid-19, rata-rata ada 9-10 jenazah per hari. Ini sangat tinggi,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00