Masyarakat Dinilai Disiplin, Kota Batu Berstatus Zona Kuning

KBRN, Batu: Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Batu nampaknya milai menuai hasil positif. Di Kota Apel tersebut status penyebaran Covid-19 diklaim menurun dari zona oranye menjadi zona kuning. Hal tersebut diungkapkanHumas Satgas Covid 19 Kota Batu, Agus Mahmudi.

Agus Mahmudi yang juga merupakan Kepala Diskominfo Kota Batu menjelaskan, perubahan status zoma tersebut banyak dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat yang meningkat dalam penerapan protokol kesehatan. Selain itu, keinginan bersama untuk lepas dari pandemi menjadi tekad utama yang muncul di tengah masyarakat.

"Alhamdulillah, hal ini harus disyukuri, ada keinginan dari semua elemen Masyarakat yang bertekad untuk terlepas secara bersama-sama dari pandemi ini," katanya, Kamis (21/1/2021).

"Berdasarkan dari skor resiko laporan pada 18 Januari 2020 lalu, mengacu pada 14 indikator. Angka sudah menunjukkan 2,44 atau resiko rendah," imbuhnya.

Untuk diketahui, kasus terkonfirmasi positif menurun sangat mempengaruhi perubahan zona. Sejak pemberlakuan PPKM, resiko penularan masih terkontrol. Hingga saat ini data dari dinkes Kota Batu kasus aktif tercatat hanya 11 pasien, tingkat kesembuhan sendiri berjumlah 1017 dan meninggal dunia 94 Jiwa.

Sementara itu, Walikota Batu Dewanti Rumpoko menargetkan pemberlakuan PPKM mampu memulihkan kondisi di Kota Apel tersebut. Sehingga, target zona hijau bisa diperoleh setelah Kota Batu saat ini sudah dalam zona kuning.

"Targetnya tentu pandemi ini segera berakhir, sehingga bisa kembali seperti sebelumnya, ekonomi berjalan baik, wisata seperti sedia kala dan yang utama Masyarakat bisa sehat kembali," harapnya.

Sebagai informasi, dari data peta sebaran Covid-19 tingkat Propinsi, Kota Batu menjadi wilayaj satu-satunya yang berstatus zona kuning.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00