Sinergi Anak Negeri Malang Raya Tolak Radikalisme dan Separatisme

KBRN, Malang : Organisasi pemuda dan mahasiswa Malang Raya tergabung dalam Sinergi Anak Negeri Malang Raya berkomitmen menyatakan sikap menangkal gerakan radikalisme dan menolak separatisme yang mengancam persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sinergi Anak Negeri se-Malang Raya di dalamnya tergabung Kelompok Cipayung antara lain, HMI, GMNI, PMII, Banser, GP Ansor, Pemuda Pancasila, GM FKPPI, perwakilan Aremania, serta Putra dan Putri Duta Pancasila. Hadir perwakilan mahasiswa Papua yang tengah belajar di Malang dan sejumlah  elemen media se-Malang Raya, digelar di Hall Jalan Besar Ijen No 90 - 92 Kota Malang, Senin (30/11/2020).

Pernyataan sikap dibacakan masing-masing perwakilan, intinya menegaskan NKRI adalah karya besar perjuangan anak Bangsa, berhasil  diperoleh dari bersatunya segala perbedaan agama, suku dan ras yang tumbuh lahir di Indonesia.

Diantara pernyataan sikap itu, dibacakan perwakilan GP Ansor, disebutkan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah komitmen besar seluruh anak Bangsa dari Sabang sampai Merauke, sehingga penting untuk tetap menjaga, mengamalkan nilai nilai Pancasila dengan tetap saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika. 

“ NKRI adalah karya nyata perdamaian dari para pejuang pejuang dari Sabang sampai Merauke yang menanggalkan semua ego serta dominasi kelompok tertentu, meski terpisah laut dan darat, terpisah antar pulau dan kekayaan yang beragam, tapi mereka tunjukan jiwa besarnya bersatu dalam Indonesia,” tegas Kasatkorcab Banser, M. Chilmi Wildan.

Sementara, perwakilan dari PMII Kabupaten Malang, Azizah Zamzam menyatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah cita cita seluruh segenap kehidupan Bangsa untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur

“ Bagi kami pemuda dan pemudi Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah final, final untuk tetap dipertahankan dan jangan ditawar tawar. NKRI Harga Mati. Jika sekarang ini muncul tindakan tindakan berupa hasutan, ujaran kebencian, gerakan gerakan yang mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI, maka pemuda dan pemudi bersama rakyat serta TNI Polri siap menghadapinya," beber aktivis perempuan muda tersebut.

Dilanjutkan perwakilan Generasi Muda FKPPI Rio Zhanuar, didampingi Ferry Panca menegaskan, Pemuda dan Pemudi Indonesia dari Sinergi Anak Negeri Se-Malang Raya mengajak semua komponen Bangsa serta Pemerintah untuk aktif membangun solidaritas persatuan dan kesatuan NKRI. 

Di kesempatan yang sama, Ketua DPC GMNI Malang Raya Azis Sudrajat mengajak semua anak Bangsa untuk mempererat tali persaudaraan antar suku agama dan ras. 

“ Kita menyatakan tekad siapapun yang menyokong dan berbuat radikalisme dan separatisme terhadap Bumi Pertiwi, kami Pemuda dan Pemudi Indonesia yang berada di wilayah Malang Raya siap akan menghadapinya. Bumi Arema harus bersih dari radikalisme dan separatisme,” tegas Aziz.

Dalam kegiatan itu, juga disampaikan ikrar Duta Pancasila, dibacakan enam perwakilan Duta Pancasila Malang Raya, juga dibacakan teks Pancasila oleh mahasiswa asli Papua di Malang, Fernando David Iggesi dari Teluk Wondama.

Orasi Kebangsaan dilakukan Tokoh masyarakat Arema Ovan Tobing, serta pernyataan dari mahasiswa Papua oleh Musa Nehemia Kurube asal Kabupaten Teluk Wondama yang studi di STIA Malang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00