Predator Fun Park Bantah Hoax Terkait 100 Karyawan Positif Covid-19

KBRN, Batu: Pihak Manajemen Predator Fun Par menepis isu, terkait kasus karyawan Predator Fun Park yang dinyatakan positif Covid-19. Hal itu diungkapkan Manager Operasional Predator Fun Park, Samuel Dwi Agus.

"Tidak betul ada 100 orang yang terpapar Covid-19. Oleh sebab itu, manajemen melakukan revisi seluruh karyawan. Jadi hasilnya kemarin itu, sebanyak 127 orang dengan rincian 81 karyawan, 7 rekanan wahana dan 39 rekanan pasar wisata. Setelah rapid test, hasilnya hanya 3 orang yang reaktif," terang Samuel kepada awak media,  Kamis (26/11/2020).

Samuel mengatakan, pihak manajemen Predator Fun Park telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Batu, melalui Puskesmas Junrejo.

"Untuk hasilnya masih belum keluar, kemungkinan bisa sampai empat sampai lima hari ke depan, baru kami informasikan. Jadi, nanti kami sampaikan sesuai petunjuk dari Puskesmas Junrejo," kata dia.

Menurut Samuel, soal beredarnya isu miring yang diterima dari salah satu alumni sekolah swasta di Malang itu, awalnya diinformasikan oleh saudaranya yang ada di Jakarta.

"Ya, jadi informasi yang tidak benar itu di forward ke saya. Kemudian saya langsung klarifikasi tentang berita tersebut, karena saya tidak mau ini menjadi berita yang tidak benar, makanya kami harus klarifikasi terutama kepada rekan-rekan media," tegasnya.

Samuel mengungkapkan, untuk protokol kesehatan di Predator Fun Park, pihaknya secara ketat melakukan protokol kesehatan yang sudah diterapkan oleh Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Batu.

"Jadi semua orang yang masuk ke wilayah Predator Fun Park, sudah melakukan protokol kesehatan dengan benar. Bahkan, masyarakat setempat 50 persen karyawan kami, berasal dari warga Desa Tlekung. Maka dari itu, kami mengantisipasi soal penyebaran Covid-19 itu dengan melakukan rapid test kepada semua karyawan," beber dia.

Saat disinggung langkah apa yang bakal dilakukan terkait dengan isu miring tersebut, lebih lanjut Samuel memaparkan, bahwa akan berkoordinasi secara internal dengan pihak management Predator Fun Park.

"Sejauh ini salah satu langkah yang kita lakukan adalah dengan mengonfirmasi kepada yang bersangkutan, apa motif dan tujuannya hingga menyebarkan informasi bohong itu. Dan selanjutnya, kami koordinasikan lebih lanjut ke pihak management Predator Fun Park," ungkapnya.

Samuel juga menyebut, bahwa soal informasi tidak benar yang beredar itu tak berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan ke Predator Fun Park.

"Soal isu miring itu, sejauh ini tidak berpengaruh ya pada wisatawan yang berkunjung ke sini. Kami juga memohon kepada rekan-rekan media, agar membantu melalui pemberitaan yang baik," tukas dia.

Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Kota Surabaya, Leni mengatakan, jika masuk ke Predator Fun Park harus melalui protokol kesehatan terlebih dahulu secara ketat.

"Ya, ini tadi kita diharuskan memakai masker, kemudian oleh karyawan juga dicek suhu tubuh dengan thermo gun, selanjutnya mencuci tangan dengan wastafel yang sudah disediakan. Jadi ya, kalau menurut saya sudah baik sih soal protokol kesehatan disini. Kan jadinya aman, kalau berwisata kesini," ungkap ibu dengan dua anak ini, yang mengaku tiap pekan berlibur ke Kota Wisata Batu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00