Empat Kader Gugur Beruntun, PDI Perjuangan Gelar Doa Bersama

KBRN, Malang : DPC PDI Kabupaten Mang bersama Tokoh organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) setempat menggelar doa bersama, secara serentak untuk mendoakan empat kader PDI Perjuangan yang meninggal dunia beruntun beberapa pekan terakhir.

Doa bersama itu berupa pembacaan tahlil dan surat yasin serentak, digelar di setiap kecamatan di seluruh Kabupaten Malang untuk memberikan doa bagi tiga kader PDI Perjuangan yang gugur karena kecelakaan saat akan melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta, dan satu kader PDI Perjuangan gugur karena sakit. Doa bersama tersebut diprakarsai oleh Ketua DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah.

"Acara tahlilan dan yasinan tersebut dilaksanakan serentak di 33 Kecamatan Kabupaten Malang tadi malam, sebagai bentuk penghormatan PDI Perjuangan atas perjuangan kader-kadernya yang gugur dalam melaksanakan tugas," ungkap Ketua DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, Rabu (25/11/2020).

Selain itu, kata Basarah, penyelenggaraan acara tahlilan dan yasinan juga sebagai simbol menyatunya antara kekuatan Partai Nasionalis dengan kalangan Nahdliyin. 

"Kerja sama seperti ini sangat bagus untuk membangun tradisi kultural Bangsa dan penyatuan antara kekuatan Nasionalis dan Islam", ujar Ahmad Basarah yang juga sebagai Wakil Ketua MPR RI itu.

Apalagi, lanjut dia, masuknya Sanusi sebagai kader PDI Perjuangan, dinilai sebagai salah satu tokoh NU Kabupaten Malang, telah membawa sinergi kultural Islam dan Kebangsaan yang sangat baik, bagi penguatan  NKRI.

Dibeberkan, tiga kader PDI Perjuangan yang gugur dalam tugas tersebut adalah Hari Sasongko, Haryanto dan Amari. Ketiganya meninggal dunia beruntun usai mengalami kecelakaan di Tol Sragen- Solo, Jumat (13/11/2020) lalu. Sementara, kader PDI Perjuangan Mujiono meninggal dunia karena sakit, setelah mengikuti rapat konsolidasi partai

Terpisah, Kader PDI Perjuangan berasal dari Tokoh NU Kabupaten Malang, HM Sanusi mengatakan pembacaan tahlil dan surat yasin itu dimaksudkan untuk mendoakan orang yang meninggal dunia, tradisi kultural mayoritas umat Islam di Indonesia, juga lazim dilaksanakan oleh umat Islam yang ada di PDI Perjuangan. 

"Semoga dengan doa tahlil dan yasinan kepada ke empat almarhum kader PDI Perjuangan yang telah gugur dalam tugas diterima Allah SWT dan ke empatnya diampuni segala dosa serta mendapat tempat terbaik di sisinya," tukasnya.

Menurutnya, pembacaan tahlil dan surat yasin juga untuk mendoakan arwah Bung Karno dan para pendiri NU, seperti Kyai Hasyim Asy'ari, KH Wahab Hasbullah serta sejumlah Tokoh lain.

Doa bersama itu digelar di Rumah Aspirasi Dr. Ahmad Basarah, di Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang. Terlihat hadir, Tokoh NU Kabupaten Malang HM Sanusi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari,  Pengurus MWC NU Karang Ploso dan tokoh-tokoh NU lainnya serta pengurus  PAC dan Ranting PDI Perjuangan Karang Ploso.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00