Plengsengan Jembatan Kedungkandang Ambrol

KBRN, Malang: Tingginya intensitas hujan di wilayah Kota Malang beberapa hari terakhir membuat plengsengan proyek pembangunan jembatan Kedungkandang ambrol pada Minggu (22/11/2020) lalu. Plengsengan yang ambrol berada di bawah Jembatan Kedungkandang. Rencananya bawah jembatan akan difungsikan sebagai jalur alternatif ketika arus lalu lintas di Jembatan Kedungkandang padat. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Hadi Santoso mengatakan, pembangunan plengsengan di bawah jembatan Kedungkandang baru saja selesai dibangun pada 21 November 2020. Namun justru ambrol sehari setelahnya. Plengsengan dengan ketinggian sekira 10 meter itu ambrol dengan lebar sekira 20 meter. 

"Plengsengan yang ambrol itu sudah selesai hari Sabtu kemarin. Ambrolnya bersamaan dengan sisi dengan seberangnya. Saat ambrol di dua titik itu sebenarnya tidak hujan. Tapi mungkin air sungainya agak tinggi sehingga terjadi ambrol," kata Hadi Santoso, Selasa (24/11/2020).

Setelah plengsengan ambrol, pekerja proyek langsung melakukan pengurukan tanah. Plengsengan yang awalnya berbahan batu akan diganti dengan beton untuk memperkuat plengsengan. Sebab, di bawah jembatan nantinya akan difungsikan sebagai jalur alternatif bagi pengguna jalan. 

"Nanti dipasang beton bukan batu. Karena kalau batu yang dibawah yang sudah terpakai kalau dipakai lagi saya tidak mau. Kalau pondasinya tidak apa sebenarnya. Tapi tetap saya minta ganti beton,” ungkap pria yang kerap disapa Soni ini.

Pihaknya berharap, pengerjaan perbaikan plengsengan ini bisa selesai 3 minggu ke depan. Ditargetkan, penyelesaian pembangunan proyek jembatan Kedungkandang ini tuntas pada 20 Desember mendatang. 

“Pokoknya 20 Desember selesai 100 persen. Pada tanggal 23 Pak Wali berkenan meresmikan. Jadi ada  tiga proyek besar, termasuk gedung belakang Balaikota, dan Islamic Center, nanti diresmikan bersama,” tuturnya.

Komisi C DPRD Kota Malang pun melakukan inspeksi mendadak akibat peristiwa longsor itu. Dewan meminta agar DPUPR bisa segera melakukan perbaikan plengsengan yang ambrol secepatnya. 

“Kami datang untukmenyoroti masalah plengsengan yang ambrol karena banjir. Kalau kami melihat paparan Detail Engineering Desain (DED) disampaikan, semuanya sudah sesuai. Kejadian ini di luar kontrol, di luar kekuatan kita, ternyata lokasi ini memang sering terjadi longsor,” kata Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Fathol Arifin di sela sidak.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan DPUPRPKP

Kota Malang terkait konstruksi plengsengan yang semula dari tumpukan batu akan diganti sepenuhnya dengan beton. 

"Dari pihak pelaksana atas pengarahan dari DPUPRKP Kota Malang akan secepatnya mengubah pola konstruksi yang sekarang. Nantinya akan diubah semuanya didinding dengan beton," ujarnya. 

“Termasuk upaya pengurukan, sehingga tidak ada  air yang kembali meresap masuk ke sini. Kalau biasanya pengerjaan mencapai 28 hari, ini diupayakan cuma seminggu pengerasan itu sudah selesai. Sehingga kekuatan dinding lebih maksimal lagi,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00