Tren Kasus Covid-19 di Kota Malang Menurun, Warga Tetap Diminta Taat 3M

Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko

KBRN, Malang: Tren kasus penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Malang cenderung menurun. Pasien terkonfirmasi virus Corona berangsur sembuh. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Malang per tanggal 23 November, tercatat ada penambahan 7 pasien yang dinyatakan sembuh. Sehingga total ada 1983 pasien sembuh dari total jumlah warga yang terkonfirmasi positif 2.216 orang. Enam diantaranya kini dalam pemantauan.

Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menilai, meski penularan Covid-19 relatif menurun, namun Kota Malang masih masuk dalam zona oranye atau daerah resiko sedang penularan virus. “Disiplin menerapkan 3M adalah kunci untuk mencegah penyebaran Covid-19,” katanya, Senin (23/11/2020).

Untuk meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan itu, maka Pemkot Malang hingga kini masih gencar melakukan operasi yustisi. Setiap hari, operasi yustisi yang dipimpin Satpol PP itu dilakukan rutin sebanyak tiga kali di lima kecamatan. “Sehari total kita lakukan 15 kali operasi yustisi. Sedangkan bagi masyarakat yang sudah terpapar Covid-19, kita juga lakukan upaya untuk meningkatkan imun tubuh,” tutur Sofyan Edi. 

Ia mengimbau warga untuk menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. “Di masa pandemi seperti saat ini, disiplin protokol kesehatan tidak bisa ditawar, harus ketat. Upaya ini diiringi dengan aktivitas pemulihan ekonomi, kalau sudah berjalan ke depan gaya hidup ini akan menjadi kebiasaan baru bagi warga Kota Malang,” tandasnya. 

Sementara itu, juru bicara Satgas Covid-19 Kota Malang, dr. Husnul Muarif mengungkapkan jika kota Malang memang masih dalam kategori zona oranye penyebaran Covid-19. Ada beberapa indikator kategori penyebaran Covid-19. "Ada 14 indikator, diantaranya penambahan kasus positif, positif rate, jumlah kematian. Sementara lainnya faktor pelayanan kesehatan dan epidemiologi di masyarakat. Sejauh ini Kota Malang masih kategori zona oranye," pungkas Husnul. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00