Diserang Hama, Petani Cabai di Kabupaten Malang Gagal Panen

KBRN, Malang: Akibat diserang hama, ratusan hektar tanaman cabai di desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang rusak. Bahkan, gagal panen pada musim panen tahun 2020 saat ini.

" Kondisinya kena virus gemini dan antraknosa mas, hampir habis," ungkap petani cabai asal Ngantru, Yugiantoro kepada RRI, Jumat (14/8/2020).

Menurutnya, dari 360 hektar luasan tanaman cabai di desa Ngantru, 70 persen diserang virus gemini dan antraknosa. Sehingga produksi cabai turun signifikan. Dalam sehari, dari luasan itu biasanya mampu memanen 25 sampai 30 ton, kini untuk memproduksi 5 ton saja sangat sulit. Ia menyebut petani cabai di Ngantru gagal panen.

" Dulunya panen perhari bisa panen 30 ton, sekarang 5 ton saja sulit, gagal karena virus gemini dan antraknosa itu," terangnya.

Yugiantoro yang merupakan petani champion itu juga mengatakan, kondisi tanaman rusak dan petani enggan melakukan pengendalian hama, karena tidak sebanding dari hasil yang diperoleh.

"Sebenarnya gemini dan antraknosa itu bisa diatasi tetapi dengan harga cabai murah tidak imbang dengan hasilnya sehingga petani pasrah," terangnya.

Ia menjelaskan, Harga cabai saat ini terendah Rp 5 ribu dan paling tinggi Rp 13 ribu perkilogramnya. Sementara untuk mengendalikan hama membutuhkan biaya yang cukup besar. Sedangkan hasilnya sangat minim, tidak seperti sebelumnya harga cabai mampu menembus hingga Rp 40 ribu/kilogramnya.

" Sekarang ini harga cabai murah 5 ribu dan tertinggi Rp 13 ribu," tambahnya.

Akibatnya, petani di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang saat ini memilih menelantarkan tanaman, tidak dirawat karena hasil panen tidak lagi menjanjikan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00