Akibat Pandemi, Penjualan Bendera Merah Putih Lesu

KBRN, Malang: Pandemi Covid-19 membuat berbagai kegiatan untuk memeriahkan peringatan HUT RI ke-75 ditiadakan. Hal itu juga berdampak pada penjualan bendera merah putih. Jika tahun-tahun sebelumnya warga ramai-ramai membeli bendera merah putih berbagai ukuran, namun daya beli saat ini menurun drastis.

Asisi, salah seorang penjual bendera di Jalan Mayjen M. Wiyono Kota Malang mengungkapkan, daya beli masyarakat menurun hingga 50 persen. Akibatnya, omset penjual juga menurun drastis. "Tahun lalu di momen menjelang 17 Agustus seperti ini sangat ramai pembeli. Tahun ini karena ada Corona jadi sepi, dulu sehari bisa dapat omset Rp 5 juta, saat ini hanya rata-rata Rp 1,5 juta," ujarnya, Kamis (13/8/2020).

Menurutnya, di momen seperti ini yang paling diminati adalah bendera jenis tanggung untuk dipasang di jalan depan rumah. Sedangkan  bendera ukuran besar yang biasanya dipasang di instansi seperti kantor dan sekolah, penjualannya menurun. Harganya bervariasi mulai dari Rp 15 ribu hingga ratusan ribu tergantung ukurannya. "Sebelum pandemi sehari bisa terjual 100 lebih bendera, saat ini hanya sekitar 40 sampai 50 buah bendera," tuturnya.

Di momen bulan Agustus, Asidi menjual bendera di pinggir jalan mulai 1-18 Agustus mendatang. Ia memperkirakan mendapatkan omset dari penjualan bendera maksimal Rp 15 juta. "Padahal kalau tidak pandemi saya bisa dapat Rp 30 juta selama 18 hari jual bendera," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00