Wisata di Malang Buka dan Sekolah masih Tutup, Ini Penjelasannya

KBRN,Malang: Sejumlah tempat wisata di wilayah Kabupaten Malang diijinkan untuk beroperasi kembali di tengah pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) dengan catatan menerapkan protokol kesehatan agar tidak terjadi cluster wisata dalam penyebaran virus.

Pantauan RRI pada akhir pekan saat ini, sejumlah wisata pantai di Malang Selatan terpantau ramai pengunjung. Salah satunya di lokasi wisata Pantai Balekambang, terlihat para pengunjung dan petugas telah memenuhi protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, cuci tangan hingga menjaga jarak dalam melakukan aktivitas berlibur tersebut. 

Sejumlah, titik di areal wisata itu juga terlihat telah disediakan tempat untuk mencuci tangan. Bahkan, para pedagang makanan maupun pedagang pakaian di lokasi itu terpantau telah melaksanakan protokol kesehatan.

Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan, tempat wisata di Kabupaten Malang boleh dibuka sepanjang menerapkan protokol kesehatan. Hal itu disampaikan Sanusi, usai menghadiri Gerakan Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) yang digelar di Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Sabtu (1/8/2020).

" Protokol kesehatan harus diterapkan. Artinya semua pengunjung harus patuh," ungkap Sanusi.

Ia menegaskan, pengelola wisata bisa mengajukan untuk membuka lokasi wisata kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Malang dengan ketentuan pengelola mampu memastikan berjalannya protokol kesehatan di lokasi wisata itu. Jika tidak, maka memungkinkan tempat wisata ditutup kembali.

"Protokol kesehatan wajib dijalankan. Pengelola di Bromo Tengger itu pengelola membuat surat pernyataan melakukan protokol kesehatan," terangnya.

Disinggung soal sekolah yang masih belum dibuka, Sanusi menjelaskan tempat wisata dan sekolah sangat berbeda. Kebijakan itu ada di Pemerintah Pusat. Bahkan, Pemerintah telah memutuskan kegiatan belajar mengajar di sekolah akan dilakukan pada awal Januari 2021. 

"Sekolah dan wisata itu beda. Menterinya saja beda, untuk sekolah ini pusat sudah menentukan Januari 2021, kalau pusat bilang buka ya saya buka. Bupati melaksanakan instruksi dari pusat, kalau tempat wisata kan pusat sudah memberi kelonggaran,kalau diintruksikan tutup ya akan ditutup," bebernya.

Terpisah, Anggota Komisi X DPR RI, Hj Lathifah Shohib menambahkan diperbolehkannya tempat wisata untuk buka kembali itu atas rekomendasi dari Tim Satgas Covid-19. Termasuk belum dibukanya sekolah untuk aktivitas belajar mengajar.

" Kenapa wisata boleh buka dan sekolah masih tutup, itu atas dasar rekomendasinya Satgas Covid-19. Rekomendasinya wisata boleh dibuka di era new normal dengan menerapkan protokol kesehatan, tapi anak anak belum direkomendasi masuk ke sekolah tatap muka," kata Lathifah.

Lathifah menduga, hal itu dimungkinkan tempat wisata, terutama pantai berada di alam terbuka sehingga penyebaran virus bisa dieliminir. Sedangkan sekolah ada pada ruang tertutup, rentan terjadi sebaran Covid-19.

" Mungkin menurut analisa saya pariwisata kan di alam terbuka penyebaran bisa diminimalisir, sedangkan sekolah ada di satu ruangan tertutup," pungkasnya.

Apalagi, selama ini untuk siswa Sekolah Dasar (SD)  rata rata dalam satu ruangan diisi 28 siswa pada ukuran ruang kelas rata rata 5X4 atau sekitar 20 meter. Praktis untuk menerapkan protokol kesehatan sangat sulit, terutama jaga jarak (physical distancing).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00