FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Panitia Kurban Masjid Agung Jami' Malang Ikuti Protokol Kesehatan

Petugas hewan kurban sedang memotong dan menimbang daging kurban yang akan dibagikan
Seluruh daging kurban ditimbang dengan berat 1 kg
Ketua Panitia Kurban Masjid Agung Jamik, Mahmudi memberikan secara simbolis daging kurban kepada perwakilan Ponpes di Kota Malang, Sabtu, (1/8/2020)

KBRN, Malang: Masjid Agung Jami' Kota Malang menyembelih hewan qurban sebanyak 7 ekor sapi dan 14 ekor kambing. Hewan kurban tersebut hasil kontribusi sejumlah pihak diantaranya dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Walikota Malang dan sejumlah Lembaga maupun jama'ah masjid tertua di Kota Malang ini.

Ketua panitia kurban masjid Jami' Kota Malang, Mahmudi kepada RRI menuturkan, seluruh hewan yang dipotong telah diperiksa kesehatannya oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, hasilnya seluruh hewan dinyatakan sehat.

"Kita juga bekerja sama dengan Rumah Pemotongan Hewan (RPH), untun mendapatkan pengarahan terkait penyembelihan hewan kurban sesuai protokol kesehatan," ungkap mahmudi, Sabtu (1/8/2020)

Pihaknya juga memastikan, seluruh petugas yang berjumlah 40 orang dipastikan sehat, karena sudah dilakukan pemeriksaan suhu badan dan rata-rata suhu badan dibawah 37 derajat.mSelain itu mereka juga diwajibkan mengenakan masker selama beraktivitas melakukan pemotongan hewan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Lanjut dia, metode pembagian hewan kurban di tengah pandemi ini dilakukan sedemikian rupa guna mencegah terjadinya kerumunan masyarakat,. Bahkanl seluruh calon penerima telah didata. Baik itu untuk mereka yang mengajukan prososal maupun warga sekitar masjid dan kaum dhuafa.

"Kita sudah atur jam pembagiannya demi untuk menghindari kerumunan dan untuk lembaga seperti TPQ, Ponpes, Masjid, Mushola ada perwakilannya yang mengambil hewan kurban," terangnya.

Ia menambahkan, Masjid Agung Jami' Kota Malang tahun ini membagikan 900 bungkus daging kurban kepada penerima dengan daging kurban dengan berat 1kg per bungkusnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00