Puluhan Warga Mojorejo Batu Tolak Rapid Test, Ini Yang Dilakukan Pemkot Batu 

Warga Kota Batu ikuti rapid test

KBRN, Batu:  Pemerintah Kota Batu terus berupaya memberikan pemahaman kepada warga terkait pentingnya rapid test dan swab sebagai deteksi dini Covid-19. Hal itu menyusul puluhan warga RW 06 Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu yang sempat menolak mengikuti rapid test dan swab oleh Gugus Tugas Covid-19.

"Ada warga yang diundang tetapi tidak datang. Kemungkinan karena mereka tidak mengerti dan memahami pentingnya dan kegunaan rapid tes dan swab. Setelah ," kata Camat Junrejo, Arief Rachman Ardyasana, Jumat (10/7/2020).

Menurutnya, swab test massal di Desa Mojorejo  Kecamatan Junrejo lantaran adanya temuan warga terkonfrmasi positif Covid-19 di wilayah tersebut. Berdasarkan data Satgas Covid-19 kota Batu, sebanyak 11 orang terrkonfirmasi positif Covid-19, duan orang sembuh, dua orang meninggal dunia. 

"Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Junrejo fokus melakukan penelusuran di wilayah yang lebih kecil yang berisiko menjadi tempat penyebaran Covid-19 setelah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Lokal  (PSBL)," ungkapnya.

Sebelumnya, warga di RW 06  di Desa Mojorejo telah menjalani karantina mandiri sejak 6 Juli 2020. Karantina dilakukan setelah terdapat beberapa kasus positif Covid-19 yang tertular dari pasien positif sebelumnya di kampung itu.  Namun selama masa karantina, pasien positif justru bertambah kembali.

Sementara itu, salah seorang warga RW 06 RT 13 Desa Mojorejo mengaku memahami upaya rapid test dan swab dilakukan dengan tujuan untuk kebaikan bersama dan mencegah penyebaran virus Corona. 

“Di RT sini meski tidak ada yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada 11 warga berinisiatif ikut test supaya tahu mereka reaktif apa tidak," tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00