2 Ribu Santri di Malang Telah Ikuti Rapid Test

Santri mengikuti tes diagnostik cepat atau rapid test di Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur beberapa waktu yang lalu. Tes diagnostik cepat tersebut dilakukan bagi para santri sebelum kembali mengikuti aktivitas pendidikan di pondok pesantren setelah libur panjang akibat COVID-19. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto.

KBRN, Malang: Sedikitnya 2 ribu santri di wilayah Malang Raya telah mengikuti rapid test sebagai upaya deteksi awal Covid-19. Ribuan santri itu tersebar di 8 pondok pesantren (ponpes) di wilayah Malang Raya. Rapid test bagi santri tersebut difaslitasi oleh Satgas Covid-19 Nahdlatul Ulama (NU) Malang Raya.

Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya, dr. Syifa Mustika mengungkapkan, kedatangan santri menjelang proses belajar secara tatap muka di ponpes terjadi pasa Juni hingga Oktober 2020. 

"Kami sudah melakukan screening kepada 8 ponpes. Estimasinya setiap ponpes ada 250 santri,” ujarnya, Senin (29/6/2020).

Pada Juli mendatang, sudah ada sedikitnya 16 ponpes yang antre melakukan tes serupa dan kemungkinan akan bertambah hingga akhir tahun mendatang. Sebab, kedatangan santri terbagi dalam beberapa gelombang. Selain memudahkan proses screening, langkah ini juga sebagai upaya untuk mencegah kerumunan massa. 

"Sampai akhir Juli 2020 list kami sudah penuh. Santri proses kepulangannya bergelombang, sehingga memudahkan kami untuk mengatur jadwal pemeriksaan," ungkap Syifa.

Dari sekitar 2 ribu santri yang mengikuti rapid test, tak lebih dari 1 persen yang hasil rapid testnya menunjukkan reaktif. Bagi santri tersebut diminta menjalankan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing ataupun di ruang isolasi yang disediakan ponpes. 

"Kami juga melakukan edukasi penerapan protokol kesehatan seperti cek suhu tubuh dan cek kondisi fisiknya. Jika ada tanda-tanda kurang sehat, yang bersangkutan tidak boleh masuk dulu,” tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00