Masa Adaptif Jelang Normal Baru, Protokol Covid-19 di Malang Lebih Ketat

Pelaku usaha di Kota Malang mengikuti rapat koordinasi jelang pemberlakuan normal baru di tengah pandemi Covid-19

KBRN, Malang: Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) di Malang Raya akan berakhir Sabtu (30/5/2020) besok. Selanjutnya warga Malang  akan menghadapi era normal baru atau hidup berdampingan dengan Covid-19. Sebelumnya, masa transisi selama tujuh hari akan dilakukan, yakni 31 Mei sampai 6 Juni. Saat masa transisi itu, pemerintah juga masih menyusun peraturan walikota (perwal). 

Walikota Malang, Sutiaji juga telah mengumpulkan pelaku dunia usaha di Kota Malang untuk membahas seputar pedoman penerapan masyarakat produktif dan aman dari Covid-19. Dalam tahapan transisi perlu disiapkan sarpras, penyesuaian tempat, SOP internal dan Gugus Tugas manajemen pelaksanaan. Jika belum memenuhi persyaratan, maka tidak diperkenankan buka hingga persyaratan terpenuhi,” kata Sutiaji, Jumat (29/5/2020).

Selanjutnya, masyarakat diharapkan sudah bisa berperilaku adapatif di era normal baru secara bertahap di sektor ekonomi, sosial dan pendidikan. “Bahasa kami tidak pake new normal, bahasanya kami adalah berkehidupan yang adaptif. Berkehidupan yang bisa beradaptasi dengan lingkungan,” tuturnya.

Ia menegaskan, keputusan untuk menerapkan normal baru bukanlah sebagai bentuk pemerintah menyerah dalam upaya melawan Covid-19. Namun normal baru ini sebagai upaya untuk agar ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat tetap hidup. Pasalnya, sejak pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi di Kota Malang anjlok di angka 2 persen. 

“Justru pemerintah dari pusat hingga daerah ingin bangkit. Satu berjuang untuk menghambat laju Covid-19, dan yang kedua kita juga harus berfikir dan bergerak secara progresive agar perekonomian kita tidak semakin terpuruk,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemberlakuan normal baru bukan berarti sudah bebas dari virus corona. Namun sebagai upaya memasuki dan membangun tatanan kehidupan dan aktifitas yang baru dalam menyikapi pandemi Covid-19. “Justru dengan ini, kita dituntut lebih ketat dan disiplin melaksanakan protokol Covid-19. Kemampuan membangun disiplin adalah kunci,” tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00