PSBB Kota Malang Berakhir, Pasien Positif Covid-19 di Kota Malang Bertambah 7 Orang

Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang sebagai salah satu RS rujukan penanganan Covid-19 di Malang

KBRN, Malang: Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang akan berakhir pada 30 Mei. Namun jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Kota Malang terus bertambah. Berdasarkan data Satgas Covid-19 kota Malang per 27 Mei 2020, jumlah warga positif Corona total ada 41 orang, atau ada tambahan 7 warga sekaligus dibandingkan hari sebelumnya.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Malang, dr. Husnul Muarif mengatakan, tambahan tujuh pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu rinciannya, satu orang karyawan rumah sakit, dua orang warga biasa, dan empat orang berasal dari kluster keluarga. 

“Untuk pasien dari kluster keluarga ini punya kontak erat dengan satu pasien yang sebelumnya sudah dinyatakan positif Covid-19. Jadi mereka masih satu keluarga,” katanya, Kamis (28/5/2020).

Pasien dari kluster keluarga ini berasal dari wilayah Kecamatan Blimbing. Sementra dua warga biasa tinggal di Kecamatan Sukun. “Untuk karyawan rumah sakit tinggal di Kecamatan Lowokwaru. Meski sebagai karyawan rumah sakit, yang bersangkutan tidak masuk dalam kategori tenaga kesehatan,” ungkap dr. Husnul.

Saat ini, tujuh pasien itu menjalani isolasi mandiri. Ada yang sebelumnya masuk kategori orang tanpa gejala (OTG), ada juga yang terpapar Corona karena melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19. “Pasien ini melakukan tes swab pada 16 Mei lalu,” tuturnya.

Untuk pasien dari kluster keluarga ini, terpapar dari seorang pasien dari keluarga itu yang dinyatakan positif Covid-19. “Awalnya satu orang positif, kemudian dilakukan tracing, akhirnya kita lakukan swab pada 6 orang anggota keluarga. Hasilnya empat anggota keluarga dinyatakan positif,” tandasnya. 

Dari 41 orang warga terkonfirmasi positif itu, 17 orang diantaranya dinyatakan sembuh, 23 orang dirawat dan seorang meninggal dunia. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 242 orang, orang dalam pemantauan (ODP) 833 orang, orang tanpa gejala (OTG) 377 orang, dan orang dalam resiko (ODR) sebanyak 2057 orang. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00