Nekat Buka saat PSBB, Usaha Perniagaan Pecinan Kota Malang Ditertibkan

Tim opsgab PSBB Kota Malang lakukan penertiban di pertokoan pecinan (Dok. Humas Pemkot Malang)

KBRN, Malang: Tim gabungan yang terdiri dari TNI/Polri dan Pemkot Malang melakukan penertiban pusat perdagangan di Jalan Mgr Suryo Pranoto dan Agus Salin atau yang yang kerap disebut kawasan Pecinan, Jumat (22/5/2020). Penertiban tempat usaha itu menyusul kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Malang Raya sejak 17 Mei lalu.

Dikawal langsung oleh Walikota Malang Sutiaji, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus  Simarmata, dan Dandim 0833 Letkol Inf. Tommy Anderson, tim gabungan menyisir sepanjang kawasan Pecinan. Tak sekadar imbauan, tim gabungan langsung melakukan penutupan tempat usaha yang masih nekat buka.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Leonardus Simarmata menegaskan, pertokoan yang nekat buka tersebut berpotensi menimbulkan kerumunan massa. Sehingga harus ditertibkan. “Setiap kerumunan adalah potensi. Karena selain toko yang menjual sembako dan apotek, maka semua jenis perniagaan di pusat perdagangan harus tutup. Pecinan adalah pusat perdagangan, maka menjadi perhatian kita, dan kita tutup," tegas Leo Simarmata.

Hal serupa diungkapkan Waikota Malang, Sutiaji. Ia berharap warga kota pendidikan mentaati aturan PSBB, sehingga upaya memutus penyebaran Covid-19 bisa tercapai. "Kita tidak boleh main-main dengan bahaya Corona. Apalagi jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Malang terus bertambah.  Jadi ayo kita semua mengikhlaskan diri tidak bergerumbul, berkelompok, berhimpun di keramaian, kita di rumah saja,” pesannya.

Dalam penertiban itu, membuat para pelaku niaga yang masih buka panik. Namun akhirnya mereka bersedia menutup tempat usahanya. "Kita bersyukur, mereka memahami dan mau menutup tokonya,” tandas Kasatpol PP Kota Malang, Prijadi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00