Pemprov Kaji PSBB Diterapkan Regional se-Jatim

KBRN, Malang: Setelah Surabaya Raya menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kini giliran Malang Raya yang akan menerapkan kebijakan serupa. Sebab, berdasarkan kajian tim epidemologi FKM Unair, di Malang Raya terdapat transmisi lokal yang ditandai dengan bertambahnya pasien positif Covid-19 di beberapa kecamatan.

Namun, tidak menutup kemungkinan, PSBB juga akan diterapkan secara regional di wilayah Jawa Timur. Ha tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di tengah kunjungannya ke Kota Malang, Kamis (14/5/2020).

“Tim epidemologi sudah melakukan telaah di Jatim. Hasilnya, semua kota/kabupaten kategori masuk zona merah, artinya di semua daerah sudah ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dilihat dari penyebaran, dari transmisi lokal dan kematian di berbagai daerah, seharusnya Jatim sudah bisa mengajukan ke Kemenkes untuk PSBB segera regional provinsi,” ungkapnya.

Atas hasil kajian tim tersebut, Khofifah mengaku saat ini masih melakukan koordinasi dengan forum koordinasi pimpinan daerah. “Izinkan kami telaah kembali, kita jadikan hasil kajian tim itu sebagai input kami untuk membahas lebih komprehensif lagi sebelum mengambil keputusan,” katanya. 

Sementara terkait sosialisasi jelang PSBB di wilayah Malang Raya, Khofifah berharap partisipasi dan kepatuhan seluruh elemen masyarakat dalam penerapan kebijakan ini. Di Malang Raya, PSBB akan diterapkan mulai 17 sampai dengan 30 Mei 2020. 

“Proses edukasi harus berjalan dengan baik, ini menjadi pintu untuk menghentikan penyebaran Covid-19,” harapnya. 

Mantan Menteri Sosial RI ini juga sempat meninjau pasar tradisional Klojen yang mulai menerapkan sistem ganjil genap sebagai upaya physical distancing di pasar. “Saya lihat di pasar Klojen sudah menggunakan ganjil genap, proses menjaga jarak aman sudah dilakukan,” tuturnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00