Berlakukan PSBB, Malang Belajar dari Surabaya

Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko

KBRN, Malang: Wilayah Malang Raya akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Hal itu setelah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengizinkan PSBB untuk Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Dalam penerapannya, Pemkot Malang akan belajar dari Surabaya Raya yang sebelumnya telah memberlakukan PSBB.

“Kami akan belajar bagaimana PSBB di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo yang sudah menerapkan lebih dulu,” kata Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Selasa (12/5/2020).

Pihaknya berharap PSBB di Malang Raya cukup berjalan selama 14 hari. Asalkan masyarakat mematuhi kebijakan physical distancing atau jaga jarak. 

“Kunci penerapan PSBB berhasil adalah kepatuhan masyarakat untuk menjaga jarak. Kalau masyarakat payih, penyebaran virus corona ini dapat terkendali,” ujarnya. 

Agar PSBB ini berhasil menekan penyebaran Covid-19, maka Pemkot Malang akan mengatur sanksi kepada pelanggar PSBB. Meskipun hingga kini bentuk sanksinya masih belum jelas. 

“Kami akan mengatur sanksi kepada para pelanggar PSBB untuk memberikan efek jera. Sanksinya masih dalam pembahasan,” tandasnya. 

Persetujuan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) terkait PSBB di Malang Raya berdasarkan kajian epidemiologi hang menunjukkan Malang Raya terdapat transmisi lokal yang ditandai bertambahnya pasien positif di beberapa kecamatan. Di Kota Malang saja, saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 25 orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00