Hanya Bayar saat Sakit, Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Warga Malang Capai Rp 127 Miliar

KBRN, Malang: Kepatuhan masyarakat membayar iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di wilayah Malang masih perlu ditingkatkan. Terhitung hingga Desember 2019 saja, tunggakan iuran kantor BPJS Kasehatan cabang Malang mencapai Rp 127 miliar. 

Tunggakan itu berasal dari Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri. Hanya membayar saat sakit, kemudian berhenti bayar ketika sembuh. Itulah yang menjadi salah satu temuan BPJS Kesehatan Malang terkait kepatuhan membayar ini. 

"Masih ada juga peserta yang  tidak tahu jika harus rutin melakukan pembayaran. Jadi hanya bayar saat sakit, nnati kalau sudah sembuh tidak rutin bayar lagi," kata pejabat penanggungjawab sementara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Chandra Jaya, Senin (6/01/2020).

Dari Rp 127 miliar tunggakan tersebut, mayoritas berasal dari warga Kabupaten Malang sebesar Rp 76 miliar. "Sementara tunggakan dari warga Kota Malang sebesar Rp 41 miliar dan Kota Batu Rp 8 miliar," tuturnya.

Untuk meminimalisir tunggakan tersebut, pihak BPJS Kesehatan melakukan upaya penagihan melalui kader JKN. "Ada juga petugas kolektif yang setiap saat menelpon dan mengingatkan peserta untuk melakukan pembayaran," ujar Chandra.   Selain itu, ia mengusulkan agar pemerintah daerah menjamin iuran bagi PBPU yang tidak mampu. Saat ini, total peserta BPJS Kesehatan di Malang Raya sebanyak 2.598.913. Sementara peserta yang iurannya dijamin pemerintah pusat dan daerah sebanyak 1.141.151 orang. “Peserta yang dianggap tidak mampu harus diupayakan agar ditanggung oleh Pemda,” tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00