Balitjestro: Produktivitas Tanaman Buah Apel di Kota Batu Menurun 50 Persen

KBRN, Batu: Kota Batu sebagai salah satu kota wisata di Jawa Timur memiliki ikon buah apel. Namun sayang, kini produktivitas buah apel di kota ini menurun drastis. Bahkan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Kota Batu menyebut, produktivitas buah apel menurun hingga 50 persen.

Peneliti Balitjestro, Hariyono mengungkapkan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan produktivitas apel menurun. Selain maraknya alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman dan tempat wisata, usia pohon apel yang makin menua menjadi penyebab penurunan produktivitas.

“Kami berharap ada peremajaan pohon apel. Pohon apel yang ada saat ini rata-rata sudah berumur lebih dari 30 tahun. Peremajaan dilakukan dengan menanam apel yang masih muda di samping pohon apel yang sudah tua. Pohon apel baru bisa berbuah ketika usianya sudah empat tahun," kata Hariyono kepada RRI, Rabu (9/10/2019).

Menurutnya, selama ini Balitjestro telah melakukan program revitalisasi apel bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kota Batu sejak tahun 2006 silam. Revitalisasi dilakukan dengan memberikan pemahaman cara bertani kepada para petani apel. "Revitalisasi ini dilanjutkan dengan program peremajaan penanaman apel di tahun 2015 lalu. Bahkan di tahun 2020 kita buat rancang bangun apel di Kota Batu," paparnya.

"Agar produktivitas ini kembali naik, yang harus dilakukan adalah program peningkatan pembinaan petani apel melalui penyuluhan. Sekarang di setiap des

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00