'Mati Suri', Kejelasan Status PT Kigumas Ditagih

(Foto: Antara)

KBRN, Malang : Sejumlah KUD menagih kejelasan status PT Kigumas, pabrik gula yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Malang, sebab hingga kini posisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu 'mati suri', tidak lagi beroperasi, apalagi berproduksi. Padahal petani tebu di Malang Selatan tengah menanti adanya pabrik gula milik Pemerintah Daerah itu. 

" Terakhir berhenti beroperasi tahun 2007," kata Direktur Utama (Dirut) PT Kigumas, Usman Ali Rasyid kepada RRI, Senin (27/6/2022). 

Ia menjelaskan sekarang PT Kigumas sudah tidak beroperasi lagi. Manajemen sudah mengajukan pembubaran, tetapi masih dilakukan kajian. Diakui, sejumlah pengurus KUD juga meminta kejelasan status PT Kigumas. Pihak KUD ingin segera mengetahui status PT Kigumas agar segera bisa menyusun rencana kerja. 

Kata dia, ada beberapa opsi yang ditawarkan yaitu, pailit, pembubaran, hibah atau opsi penjualan pabrik. Namun, hingga sekarang belum ada keputusan. 

Ditanya soal penyertaan modal? Usman mengaku awal penyertaan modal pada PT Kigumas terjadi di tahun 2003, setelah itu tidak ada lagi. 

Praktis, lanjutnya, dalam setiap tahun ada temuan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), jika tidak ada keputusan terkait dengan PT Kigumas. 

"Manajemen PT Kigumas tidak mengajukan maka tiap tahun menjadi temuan BPK, iya menjadi temuan BPK, dari Pemkab Malang akan terbebani dengan disclaimer kan, makanya harus segera diputusi," terangnya. 

" Sekarang masih dikaji, nanti opsi mana yang terbaik dan secara hukum tidak menyalahi aturan, " sambungnya. 

Usman membeberkan sekarang tengah dilakukan kajian terkait status PT Kigumas, adalah dari Badan Aset dan Hukum yang mengkaji. 

Meski tidak beroperasi, tetapi setiap tahun, manajemen PT Kigumas tetap membuat laporan, yaitu membuat laporan kerugian perusahaan akibat adanya penyusutan aset.

"Kerugian penyusutan aset, karena operasional tidak ada, saya 10 tahun jadi Dirut tidak dibayar sama sekali, " pungkasnya. 

"Tiap tahun kami membuat RUPS, kegiatan administrasi tetap jalan, rata rata setiap tahun menyusut kan mesin itu, " lanjutnya. 

Ia menyebut hingga kini aset PT Kigumas hanya tersisa sekitar Rp13 miliar dari total aset pertama puluhan miliar. 

Usman berharap Pemkab Malang segera menuntaskan kejelasan status itu, kalau memang harus dibeli KUD atau dihibahkan, maka perlu segera ditentukan statusnya. 

Ia mengaku tidak mampu untuk menggaet investor sebab kapasitas mesin giling hanya 120 Ton Cane per Day (TCD) . Padahal, sebuah pabrik gula itu, minimal memiliki kapasitas produksi 3000-4000 TCD, baru bisa mendapatkan keuntungan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar