PT KAI Bakal Lakukan Sterilisasi di Stasiun KotaLama Malang, Lurah Sukoharjo Pasif

Kereta api BBM yang melintas dikawasan KotaLama yang langsung berbatasan dengan pemukiman warga
Jarak yang terbatas menjadi pertimbangan dan membahayakan warga sekitar ketika kereta BBM Pertamina yang melintas lebih dari 6kali selama 24 jam

KBRN, Malang : Sebanyak 301 KK yang bakal terkena dampak rencana  strelisasi PT KAI di kawasan stasiun Kotalama hingga Jagalan atau sampai Depo Pertamina Kota Malang, terbanyak ada di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Ada 200 KK atau sekitar 1000 orang yang masuk dalam catatan Kelurahan Sukoharjo, hal itu disampaikan Lurah Sukoharjo  Januar Agung Rizaldi saat ditemui repoter RRI di kantor Kelurahan setempat, Rabu (22/6/2022).

"Kita belum melakukan apa-apa (sosialisasi) perihal ini kepada warga karena itu ranahnya PT KAI dan timnya dan yang kemarin vikit pertemuan adalah ketua RW dan RT," terangnya.

Januar mengaku, draft sudah ada tapi sebelum ada legalitas, tim terpadu belum bisa berjalan melakukan rentetan kegiatan sosialisasi dan penertiban kepada warganya.

"Fungsi kami mendampingi kita bukan fasilitator bukan sebagai aktor utama untuk memberikan informasi detail. Secara teknis PT KAI yang sosialisasi kepada wargai dan sejauh mana lingkup dari aset yang dibutuhkan," ujarnya.

"total untuk 200 KK itu sekitar 1.000 orang,  ini menghuni sudah lama bahkan puluhan tahun dan berapa rumah belum kita belum cek lagi," ungkapnya.

Meski demikian sebagai pengampu wilayah dirinya akan menerima masukan warga terkait rencana PT KAI ini,  dan demi kebaikan bersama keluhan mereka dan masukkan nantinya bisa langsung tersampaikan.

Sebelumnya pihak PT KAI telah melakukan pertemuan untuk kedua kalinya dengan pihak Pemkot Malang,Polresta Malang Kota dan Ketua RW dan RT setempat,Selasa (21/6/2022) yang membahas tentang sterilisasi rel yang biasa dilewati oleh kereta Pertamina.

Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Heri Siswanto mengungkapkan strelisasi jalur itu tidak lain untuk keselamatan warga disekitar rel tersebut karena sangat berbahaya, selain itu sebenarnya sesuai aturan undang-undang tidak diperbolehkan adanya bangunan  di sisi kiri kanan rel. Untuk itu pihaknya akan melakukan pelebaran sejauh 6 meter dengan rincian 3 Meter untuk sisinliri dan kanannya.

Disinggung tentang kompensasi bagi warga yang terdampak, pihaknya mengaku nanti akan diputuskan oleh tim terpadu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar