Kontribusi Tirta Kanjuruhan ke Kas Daerah Lebih Kecil Ketimbang Penyertaan Modal

KBRN, Malang : Kontribusi Perumda Tirta Kanjuruhan atau PDAM Kabupaten Malang ke kas daerah lebih kecil daripada nilai penyertaan modal yang diberikan oleh Pemkab Malang ke Perumda Tirta Kanjuruhan. Total besaran investasi permanen Pemerintah Kabupaten Malang mencapai ratusan miliar rupiah. 

Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi menjelaskan besaran jumlah total penyertaan modal daerah yaitu Rp155 miliar, yang digunakan sejak tahun 2014 silam untuk mengikuti Program Hibah Air Minum bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

"Rp155 miliar itu habis, sehingga ada Perda lagi, yaitu ada penambahan penyertaan modal. Memang penambahan penyertaan modal itu nilainya signifikan," terang Syamsul Hadi, Jumat (17/6/2022) malam. 

Ditanya total saldo permanen penyertaan modal per 31 Desember 2020 sebesar Rp204.305.723.921 atau investasi permanen Pemerintah Daerah?, Syamsul menjelaskan penyertaan modal total Rp204 miliar itu termasuk aset yang dibangun pemerintah pusat, diserahkan ke Pemkab Malang. Tidak disebutkan secara pasti, total besaran saldo permanen penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Malang di akhir tahun 2021.

" Untuk penyertaan modal sekian itu mulai berdirinya PDAM tahun 1981 lalu. Penyertaan modal daerah hanya Rp155 miliar, sisanya berbentuk aset dari pusat, " kata Syamsul. 

"Rp 204 miliar itu total aset dari pusat juga. Memang secara administrasi, PDAM tidak bisa menerima hibah langsung dari pusat, jadi hibahnya ke Pemda dulu dan diadministrasikan berupa penyertaan modal," sambungnya.

Disinggung kontribusi PDAM Kabupaten Malang ke kas daerah yang lebih kecil ketimbang penyertaan modal yang diberikan, Syamsul Hadi mengakui hal tersebut. 

"Ya pasti tah, penyertaan modal itu kan untuk membangun, lah untuk mendapatkan pendapatan kan harus melalui pemasangan sambungan baru, menambah sambungan baru, menjual air, baru mendapat pemasukan, " tukasnya.

Ia menjelaskan pada tahun 2020, Perumda Tirta Kanjuruhan memberikan kontribusi ke kas daerah sebesar Rp8 miliar dengan nilai penyertaan modal sebesar Rp21 miliar. Sedangkan pada tahun 2021, kontribusi yang diberikan ke kas daerah sebesar Rp12, 2 miliar, dengan nilai penyertaan modal sebesar Rp29,5 miliar.

" Tahun 2021 itu Rp 29,5 miliar, rinciannya Rp20 miliar untuk membangun Sambungan Rumah (SR) sisanya Rp9 miliar untuk mengikuti Program Hibah. Khusus untuk program hibah, administrasinya itu penyertaan modal yang dicairkan masuk ke kas daerah, "imbuhnya.

Sementara, tahun 2022 ini penyertaan modal yang diberikan oleh Pemda untuk Program MBR senilai Rp13,5 miliar, asumsinya untuk 4500 SR. Ia membeberkan penyertaan modal sangat terkait dengan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). 

"Memang untuk SPAM harus mengacu pada peran daerah, harus ada kerjasama, pembiayaan tidak hanya dari APBN, tetapi juga dari APBD, " jelasnya. 

"Untuk memfungsikan daripada yang dibangun dari dana penyertaan modal tadi, kelanjutannya masih menunggu dana dari APBN, " pungkas Syamsul. 

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Malang memiliki prosentase kepemilikan 100 persen atas Penyertaan Modal pada PDAM, dengan nilai total saldo permanen penyertaan modal per 31 Desember 2020 sebesar Rp204.305.723.921 atau investasi permanen Pemerintah Daerah.

Diunggah RRI sebelumnya, penyertaan modal hingga kontribusi BUMD di Kabupaten Malang dipertanyakan oleh DPRD Kabupaten Malang dalam forum resmi Wakil Rakyat, yaitu Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum bersama Fraksi terhadap penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang Tahun Anggaran (TA) 2021 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Rabu (8/6/2022) lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar