Layanan Air Bersih di Perum Bumi Banjararum Asri Tak Lancar, Ini Cerita Pelanggan

Salah satu pelanggan air PDAM di Perumahan Bumi Banjararum Asri Singosari, Kabupaten Malang, Eko Sulistiyawan. (Foto: Istimewa).

KBRN, Malang : Sedikitnya tiga RT di kawasan Perumahan Bumi Banjararum Asri RT 1, RT 3 dan RT 8 RW 11, Dusun Tanjung, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang seringkali tak lancar. Akibatnya, kerapkali warga di tiga RT itu kekurangan air bersih. 

Terakhir layanan air bersih tak lancar kembali terjadi di awal 2022, hanya di jam jam tertentu air mengalir. Sebelumnya, juga mengalami hal serupa. Hanya di tahun 2020 dan 2021 sempat lancar aliran air. Namun, kini kembali tidak lagi lancar. 

" Yang krusial awal Juni ini, seperti kembali seperti zaman dulu, air mengalir hanya pada  malam hari saja," ungkap warga Perumahan Bumi Banjararum Asri RT 01 RW 11, Dusun Tanjung, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Eko Sulistiyawan ditemui RRI, Selasa (14/6/2022) malam. 

" Ada air itu mulai di atas pukul 13.00 WIB sampai subuh, tetapi mengalir sampai jam 3 pagi saja, setelah itu mampet lagi, " lanjutnya. 

Padahal, tagihan rekening air setiap bulan mengalami kenaikan signifikan. Dulu Tarif air itu rata rata Rp56 ribu sampai Rp80 ribu, tetapi kini Rp150 ribu/bulan. Sayangnya, lanjut dia, kenaikan tarif tidak dibarengi dengan layanan yang maksimal. 

" Kemarin sempat ada tetangga yang sempat mau diputus, karena tidak bisa bayar, dia (tetangga;red) dikasih waktu dua hari, kalau tidak akan diputus," urainya. 

Eko menjelaskan kondisi air tak lancar itu terjadi sejak lama, hanya di beberapa tahun lalu saja, aliran air lancar, kini kembali lagi. 

" Saya tinggal di sini tahun 2003, 5 tahun pertama ada air tetapi hanya malam saja jam 8 jam dan 9 malam baru mengalir, paginya jam 4 pagi udah berhenti tidak mengalir, " tegasnya. 

" Bertahun-tahun tahun, di sini ini air lancar saat dikomplain, setelah itu ya kembali lagi seperti sekarang, istilahnya orang sini 'digilir', " pungkasnya. 

Sementara, Dirut Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak memberikan respon.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar