BPS Gelar Pendataan Long Form SP2020 Mulai Hari Ini

KBRN, Malang : Badan Pusat Statistik (BPS) mulai melakukan Pendataan Long Form SP2020 pada hari ini, Minggu (15/5/2022). Di Kota Malang, pendataan tersebut melibatkan 230 petugas yang akan mengerjakan 793 blok sensus yang tersebar di lima kecamatan. 

Petugas yang diterjunkan ke lapangan mengenakan atribut dari BPS seperti rompi, papan nama, tas, dan faceshield, sehingga mudah dikenali dan masyarakat tidak ragu untuk menerima kunjungan petugas sensus. 

Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh petugas lapangan telah memperoleh vaksin booster atau telah menjalani swab antigen dengan hasil negatif. Petugas lapangan ini juga dibekali dengan surat tugas resmi dari BPS yang mencantumkan dasar pelaksanaan kegiatan yaitu UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Dalam pendataan perdana ini, Kepala BPS Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini melakukan pengawasan lapangan di Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun. Kepada petugas, Erny berpesan agar melakukan pendataan sesuai dengan SOP lapangan dan berpegang pada konsep definisi yang telah diajarkan selama pelatihan. 

“Dalam pemutakhiran LF SP2020 ini diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam mengidentifikasi rumah tangga. Kekurangtepatan dalam pemutakhiran yang Saudara lakukan akan berdampak pada pendataan rumah tangga sampel selanjutnya,” kata Erny.

Erny juga berpesan kepada petugas agar selalu menerapkan protokol kesehatan selama pendataan. Ia juga menyapa warga yang saat itu tengah didata oleh petugas.

“Mohon dibantu dengan memberikan jawaban yang sebenar-benarnya. Data yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya dan dilindungi oleh Undang-Undang,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk menyukseskan pendataan LF SP2020 ini diperlukan dukungan dari seluruh masyarakat Kota Malang. Data yang dihasilkan menjadi dasar dalam perencanaan sekaligus evaluasi pembangunan di Kota Malang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Partisipasi masyarakat dapat dilakukan dengan menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan jawaban yang sebenar-benarnya. Setiap jawaban yan diberikan oleh masyarakat akan sangat berarti untuk kemajuan Indonesia,” tandasnya.

Sebagai informasi, dalam pendataan tahap pertama ini, dilakukan pemutakhiran rumah tangga pada wilayah terpilih selama 17 hari hingga 31 Mei 2022. Tujuan dari pemutakhiran ini untuk mengumpulkan data keberadaan keluarga, identifikasi rumah tangga, pendidikan kepala rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, dan keberadaan kematian dalam rumah tangga selama lima tahun terakhir. 

Data terkait pendidikan kepala rumah tangga digunakan sebagai implicit stratifikasi dalam penarikan sampel rumah tangga. Harapannya sampel yang dihasilkan dari hasil pemutakhiran ini mampu mewakili berbagai kelompok/strata penduduk di Kota Malang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar