Seekor Sapi di RPH Kota Malang Mati, Diduga Suspek PMK

Petugas Dispangtan Kota Malang melakukan pemeriksaan ternak milik warga

KBRN, Malang : Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang mendapat laporan dari Rumah Potong Hewan (RPH) bahwa ada seekor sapi mati yang terindikasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Laporan tersebut diterima Dispangtan pada hari Rabu (11/5/2022), kemudian melaporkan ke Pusat Venteriner Farma (Pusvetma) Surabaya. Selanjutnya mengirimkan personelnPusvetna yang ada di Pakis Kabupaten Malang untuk mengambil sampel untuk dikirimkan ke Surabaya.

"Begitu mendengar laporan dari dokter hewan yang ada di RPH kamu langsung melaporkan ke Pusvetma Surabaya," kata Kabid Peternakan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, Jumat (13/5/2022).

Ia menyebutkan, ciri-ciri sapi yang mati tersebut sesuai dengan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yaitu luka di kaki dan mulut mengeluarkan lendir yang banyak.

Terkait dengan hasil lab sampel sapi yang dikirimkan hingga saat ini masih belum keluar, dan pihaknya masih menunggu. Pihaknya memperkirakan karena, sampel yang dikirim ke Surabaya sangat banyak sebab di Pusvetma tidak hanya menerima sampel dari Jatim tapi dari seluruh Indonesia.

"Selain satu ekor sapi yang mati, ada dua ekor lainya masih hidup tapi juga terindikasi PMK dengan ciri-ciri yang sama dengan sapi yang mati," terangnya.

Selanjutnya, sapi yang mati langsung dibakar dan dikuburkan di area RPH, kemudian Dispangtan melakukan penyemprotan disinfektan 3 kali sehari di lokasi tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar