Insentif Naik Jadi Rp 200 Ribu, Linmas Diminta Lebih Tanggap Tangguh Trengginas

Dialog LIntas malang Pagi RRI MAlang mengenai Kenaikan Insentif Linmas di Kota Malang, Rabu (26/1/2022)

KBRN, Malang: Mulai Januari 2022, sejumlah 3.100 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kota Malang mendapatkan kenaikan insentif bulanan sebesar Rp 50 ribu. Sehingga per bulan ini seluruh anggota Linmas di 57 Kelurahan di Kota Malang menerima insentif dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu per bulannya.

Plt. Kasatpol PP Kota Malang, Handi Priyanto, dalam dialog Lintas Malang Pagi RRI Malang, Rabu (26/1/2022) mengatakan, meningkatnya insentif ini diharapkan menjadi penyemangat karena Linmas memiliki posisi sangat strategis di tengah masyarakat.

“Kalau dari besarannya insentif memang masih belum sebanding sebagai penghasilan perbulan, tapi lebih sebagai panggilan jiwa. Posisinya sangat strategis. Banyak fungsi yang dijalankan di lingkungannya. Kami juga berupaya agar masyarakat tidak gengsi menjadi Linmas,” kata Handi.

Handi menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Malang ingin mengubah mind set masyarakat tentang Linmas yang sepuh, dan tidak banyak bekerja, karena menurutnya Linmas adalah yg paling tahu informasi yang ada di wilayah mereka, tidak sekedar dibutuhkan saat ada warga punya acara atau saat ada Pilkada saja. Untuk itu Satpol PP rutin melakukan pelatihan tentang kebakaran, kebencanaan, peningkatan kapasitas LInmas menjadi sosok yang tanggap, tangguh dan trengginas.

“Kami ingin Linmas dapat tampil dengan wajah baru yang lebih tanggap, tangguh dan trengginas, meskipun faktanya masih ada anggota Linmas yang usia 50, 60 atau 70 tahun, tetapi sekarang sudah banyak anggota Linmas usia muda, masih mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi,” terang Handi.

Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Malang ini menambahkan untuk lebih mendekatkan Linmas dengan Kelurahan, maka insentif Linmas yang diambilkan dari APBD Kota Malang tersebut, yang sebelumnya melekat dalam anggaran Satpol PP Kota Malang, mulai tahun 2022 akan melekat dalam anggaran kelurahan.

“Supaya ada kedekatan dengan kelurahan, ada ikatan emosional juga. Karena mereka bertugas di tingkat kelurahan menjaga keamanan, membantu penanganan bencana dan menunjang kegiatan-kegiatan di kelurahan,” tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar