Respon Kenaikan Kasus Covid-19 dan Demi Toleransi, Wali Kota Kumpulkan Ulama dan Umara

Jaga Toleransi Dan Covid-19 Wali Kota Kumpulkan Ulama dan Umara se-Kota Malang

KBRN, Malang : Wali Kota Malang Sutiajii mengumpulkan para Ulama dan Umara se-Kota Malang, di Balaikota Malang, Rabu (26/1/2022) 

Pertemuan itu digelar untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan yang selama ini telah kondusif, serta untuk merespon tiga hal penting yaitu kasus kenaikan Omicron, pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan kasus intoleran seperti penendangan sesajen yang terjadi beberapa waktu lalu di Lumajang.

Sutiaji mengatakan, setelah mengikuti rakor Forkopimda Jatim untuk kasus Covid-19, varian Omicron ini membutuhkan penanganan dan keseriusan semua pihak. Pasalnya kasusnya terus merangkak naik tidak hanya Kota Malang tapi Surabaya juga memiliki angka yang tinggi kasusnya. 

Dijelaskan, kasus Covid-19 naik akhir-akhir ini naik karena prokes yang mulai turun, bukan karena menjelang Ramadan.

"Jangan sampai ada anggapan kalau saat Natal tidak naik," ujarnya.

Selanjutnya soal kasus pengusiran Haikal Hasan tokoh 212  di Kota Malang, Sutiaji mengungkapkan bahwa yang terjadi sesungguhnya bukan pengusiran, tetapi yang bersangkutan telah selesai memberikan ceramah. Namun muncul video yang kemudian viral di medsos yang menyatakan pengusiran namun kondisi di lapangan tidak demikian.

"Isu-isu inilah yang sengaja dihembuskan untuk membuat gaduh, sedangkan terkait dengan 1000 sesajen yang dilakukan pekan lalu bukan untuk memecah belah bangsa, tetapi sebagai reaksi atas penendangan sesajen beberapa waktu lalu di Lumajang," imbuhnya.

terkait pemulangan PMI, ia menuturkan sudah ada SOP dari pusat akan menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya untuk dilakukan swab antigen.

"Ini sudah disiapkan dan diantisipasi di Bandara Juanda oleh satgas Covid-19," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada para ulama dan umara untuk memberikan pemahaman kepada umatnya masing-masing terkait hal tersebut.

"Penyikapannya beragam, sehingga malam minggu kemarin ada istilah 1000 sesajen dan dupa, dan itu adalah reaksi," pungkasnya.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar