Gubernur Jatim Sidak Harga Minyak Goreng di Malang

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Wali Kota Malang Sidak Harga Minyak Goreng Pasca Kebijakan Satu Harga
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan waktu 1 Minggu untuk retail modern menyesuaikan harga yang ditetapkan pemerintah

KBRN, Malang : Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga minyak goreng di dua pasar modern di Kota Malang. Sidak Gubernur Jatim itu didampingi Wali Kota Malang Sutiaji. Tujuannya, untuk memastikan kecukupan stok minyak goreng dan mengetahui harga minyak goreng di pasaran, pasca kebijakan satu harga diberlakukan.

Kebijakan Pemerintah Pusat melalui Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (Aprindo), yang menjual minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu per liter, harga ini berlaku selama 6 bulan di seluruh ritel modern. 

Kendati demikian, sebagian masyarakat di Kota Malang sempat mengeluh tidak bisa mendapatkan minyak goreng, karena sudah kehabisan stok. Oleh karena itu, Gubernur Khofifah turun langsung untuk mengecek info masyarakat tersebut. 

"Khusus untuk harga minyak goreng, InsyaAllah sampai 6 bulan kedepan, itu dijamin harganya standart, stoknya aman. Harganya standart 14 ribu per liter, stoknya aman, semua merk," ujar Khofifah, Jumat (21/1/2022). 

Kebijakan satu harga ini, berlaku mulai tanggal 19 Januari 2022. Kata dia, pada saat hari pertama tersebut ada aksi pembelian yang cukup besar. Kemudian pada hari kedua, sejumlah ritel modern kehabisan stok, padahal masih pukul 10.00 WIB. 

"Hari ini tadi, kebetulan ada ibu ibu yang juga belanja minyak goreng, sudah menyebut di dua titik yang katanya juga sudah habis," ungkapnya. 

Sementara, Wali Kota Malang Sutiaji mengaku juga mendapat keluhan yang sama dari masyarakat, bahwa dilaporkan sejumlah toko modern kehabisan stok minyak goreng. Oleh karenanya, Ia minta kepada penyedia ini untuk melaksanakan kebijakan Pemerintah. 

"Kasihan pada masyarakat kita semua. Kalau di pasar saya kira ada batas toleransi," ujarnya. 

Untuk memastikan bahwa toko modern menjual dengan harga sesuai kebijakan pemerintah, serta tidak memainkan stok, Gubernur Khofifah dan Walikota Malang turun langsung, sembari bertanya kepada masyarakat. 

"Ternyata itu bukan rumor. Karena ada memang masyarakat yang hilang, Pak di sana habis, lha tadi kog ada, karena mungkin mau ada Bu Gubernur," tegasnya. 

Dalam kesempatan yang sama, salah satu warga Kota Malang, Lilik terlihat antusias dan senang ketika membeli minyak bersamaan dengan kunjungan Gubernur Khofifah. Apalagi ia mendapatkan minyak goreng gratis dari Gubernur Khofifah. 

"Ya senang, mudah mudahan selalu turun (harganya) seperti ini, gak memberatkan. Terima kasih banyak," terang Lilik. 

Sementara itu, untuk pasar tradisional diberi batas toleransi hingga satu minggu, atau sampai tanggal 25 Januari 2022 untuk melakukan penyesuaian harga. Setelah itu, seluruhnya baik pasar modern maupun pasar tradisional, wajib menerapkan satu harga.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar