FOKUS: #TANGGAP BENCANA

BPBD Kabupaten Malang Petakan Wilayah Rawan Bencana

KBRN, Malang : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah memetakan titik rawan bencana, menyusul cuaca ekstrem diperkirakan terjadi hingga Februari 2022 mendatang. Bahkan, belakangan hujan dengan intensitas tinggi disertai petir dan angin kencang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Malang. 

Cuaca ekstrem itu menyebabkan beberapa bencana alam. Terakhir, angin kencang disertai hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah Kecamatan Singosari, Senin (19/1/2022) lalu. Akibatnya, 78 rumah dan fasilitas umum yanga ada di 7 desa di wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang mengalami kerusakan. 

Sebab itu, BPBD Kabupaten Malang memetakan titik rawan bencana, juga intens melakukan mitigasi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada sehingga resiko adanya korban jiwa dapat diminimalisir sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

"Yang paling penting pada masa musim hujan ini, masyarakat dihimbau untuk menjauhi kawasan-kawasan rawan bencana, seperti pohon besar, tebing, dan sungai," kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Kamis (20/1/2022).

Sadono membeberkan sejumlah kawasan rawan banjir, tanah longsor, dan angin kencang atau puting beliung, di antaranya berpotensi terjadi di wilayah Karangploso, Dau, Singosari, Lawang. 

" Kalau wilayah rawan banjir dan angin kencang di Kecamatan Pakis, Poncokusumo, " terangnya. 

Selain itu, untuk wilayah rawan banjir bandang dan Longsor di wilayah Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, dan Wagir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar