FOKUS: #TANGGAP BENCANA

DPR RI Soroti Lemahnya Sistem Peringatan Dini di Kawasan Rawan Bencana

KBRN, Malang : Wakil Ketua DPR RI Bidang KorKesra Muhaimin Iskandar menyoroti soal lemahnya sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) khususnya di daerah rawan bencana. Salah satunya terlihat dari kasus erupsi Gunung Semeru yang berdampak pada warga di wilayah Kabupaten Lumajang, Sabtu (4/12/2021) lalu.

Menurut Muhaimin, lemahnya sistem peringatan dini itu disebabkan minimnya maintenance (perbaikan alat) dan adaptasi teknologi baru.

“Harus dicek lagi soal sistem peringatan dini. Alat-alatnya ada, anggarannya juga ada. Tetapi mungkin maintanance dan adaptasi tekonologi baru yang belum maksimal. Termasuk kasus di Semeru, saya yakin maintanance dan teknologi terbaru belum diambil,” kata Muhaimin saat ditemui di sela diskusi tentang SDGs Pengelolaan Sampah di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (8/12/2021).

Untuk itu, pihaknya mendorong alokasi anggaran pada tahun 2022 mendatang dikonsentrasikan bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG untuk bisa membeli teknologi terbaru sistem peringatan dini.

“Tentunya nanti butuh anggaran yang cukup besar untuk BMKG dan BNPB,” tandasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar