FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Perlu Hunian Sementara, Bahan Bangunan Paling Dibutuhkan Korban Erupsi Semeru

Rumah Penduduk di Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Lumajang. (Foto: Istimewa).

KBRN, Malang : Pendataan terhadap korban erupsi Gunung Semeru masih terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Lumajang. Hingga Selasa (7/12/2021), Pemkab Lumajang masih terus mendata pasti jumlah rumah rusak parah dan rumah penduduk yang berada di zona merah. 

" Sehingga yang mendesak sekarang adalah validasi data dan menyiapkan hunian sementara, makanya bantuan bahan bangunan sangat dibutuhkan, " kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono kepada RRI, Selasa (7/12/2021). 

Ia khawatir para pengungsi erupsi Semeru hanya bertahan di tempat pengungsian paling lama sebulan. Karenanya, penting disiapkan hunian sementara bagi korban. 

" Kan tidak mungkin warga pengungsi berada terus di tempat pengungsian. Perkiraan saya paling lama satu bulan mereka (pengungsi; red) bertahan, " terangnya. 

" Para pengungsi akan jenuh karena sarana prasarana dasar terbatas, makanya perhatian kami memikirkan  pembangunan hunian sementara bagi pengungsi, " sambung Agus. 

Pihaknya membutuhkan data valid rumah rusak dari Pemerintah Desa Terkait rumah rusak berat dan warga yang bermukim di zona merah erupsi Semeru. 

" Kami juga butuh kerjasama dengan Perhutani, setelah warga disiapkan hunian sementata maka butuh tempat tinggal permanen, " bebernya. 

Sebab itu, satu satunya instansi yang memiliki lahan adalah Perhutani. Kata dia, untuk hunian sementara, pemkab Lumajang masih bisa berkolaborasi secara pentahelix, bersama pengusaha dan para donatur untuk membantu membuatkan hunian. 

" Makanya di beberapa kesempatan kami sampaikan kepada calon donatur untuk bantuan sembako dan air mineral kami cukup, sekali lagi yang paling kami butuhkan adalah bahan material bangunan untuk bangun hunian sementara, " pungkasnya. 

"Perkiraan kami satu unit rumah hunian sementara butuh Rp 10 sampai 12,5 juta dengan ukuran rumah 3,5X4,5 meter, " tutup Agus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar