UMK Kota Batu 2022 Naik Rp 10 Ribu, SPSI Harap Konsekuen

KBRN, Batu : Keputusan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa dalam penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Batu 2022 senilai Rp 2.830.367,09. Diharapkan benar benar dilaksanakan.

Penasihat dan Bagian Hukum SPSI Kota Batu, Heru Subagyo di Kota Batu berharap agar pengusaha benar-benar menerapkan keputusan yang telah dikeluarkan Gubernur Jawa Timur.

"Selama ini masih banyak ditemui perusahaan yang tidak mentaati aturan pengupahan, tentu dengan adanya kenaikan yang tidak terlalu banyak, kami rasa bukan menjadi masalah, serta harus konsekuen," jelasnya, Kamis (2/12/2021).

Sebagai informasi, UMK Kota Batu pada 2018, Rp 2.384.168 naik menjadi Rp2.575.616 pada 2019. Kemudian pada 2020, dari Rp2.794.801 naik Rp 25 ribu pada 2021 menjadi Rp 2.819.801,59.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, Muji Dwi Leksono mengatakan, angka tersebut sesuai dengan usulan yang disampaikan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko yang merupakan hasil dari musyawarah Dewan Pengupahan Kota Batu.

“Hasil pembahasan bersama Dewan Pengupahan Kota Batu dan sudah direkomendasi oleh Kepala Daerah. Kenaikannya berkisar 0.37 persen atau Rp 10.565,50,” ujarnya.

Kenaikan UMK itu berdasarkan PP 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan serta PP itu aturan turunan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Terdapat dua indikator yang menjadi pertimbangan kenaikan UMK, pertama pertumbuhan ekonomi dan kedua inflasi di Jawa Timur.

“Untuk Jatim inflasinya lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi, sehingga yang diambil justru yang tertinggi, yaitu inflasi,” imbuhnya.

Sejauh ini tidak ada tuntutan dari buruh terhadap penetapan UMK tersebut. Mekanisme pengupahan saat ini juga tetap menggunakan UU Cipta Kerja karena belum mengalami perubahan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar