Kasus HIV AIDS Selama Pandemi di Kota Malang Stagnan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif

KBRN, Malang : Kondisi Pandemi Covid-19 dalam kurun waktu hampir dua tahun ini ternyata juga berdampak terhadap perkembangan kasus HIV/AIDS di Kota Malang, artinya tidak terjadi kenaikan dan penurunan alias stagnan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr. Husnul Muarif saat di temui RRI saat di Balaikota Malang, Rabu (1/12/2021). Menurutnya saat ini ada sekitar 600 orang yang berobat karena terkena virus HIV/AIDS, 30 persen penderitanya adalah warga Kota Malang dan sisanya warga luar Kota Malang.

Dijelaskannya, Pemkot Malang terus berupaya menekan seminimal mungkin kasus HIV AIDS ini, yaitu berusaha untuk mewujudkan three zero. Atau tiga yang kosong artinya kosong untuk penderita HIV baru, kemudian stigma dan diskriminasi, ketiga meninggal karena HIV. 

"Kasus HIV stagnan artinya naik tidak turun juga tidak ternyata dampak pandemi ini juga mempengaruhi. Jadi masyarakat tahu media informasi. Seperti yang harus dihindari apa," ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkan, beberapa strategi lainya juga dilakukan guna menanggulangi HIV/AIDS. Salah satunya melalui TOP, yakni Temukan, Obati dan Pertahankan. Dimana, dalam penanganannya ini melalui 16 Puskesmas dan 10 RS memberikan di kegiatan dan pencegahan. 

"Dalam penanganannya kita juga libatkan LSM, libatkan ponci seperti waria dan aidio serta  penggiat komunitas penanggulangan HIV AIDS," tambahnya.

Terkait obat-obatan untuk penderita HIV AIDS sejauh ini katanya aman karena mendapat pasokan dari Kementerian Kesehatan Pusat, diakuinya memang beberapa bulan lalu pengiriman mengalami keterlambatan namun sekarang sudah lancar kembali.

"Obat ini memang yang harus dikonsumsi terus berbeda dengan obat penyakit TBC yang hanya 6 bulan," jelasnya.

Sementara itu dalam memperingati hari AIDS sedunia ini akan digelar kegiatan semacam FGD dengan melibatkan komponen terkait. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar