Kurang Cakupan Vaksinasi, Kota Batu Masih PPKM Level 3

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi lansia di Kota Batu

KBRN, Malang : Hasil asesmen (assessment) situasi COVID-19 yang dilakukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan per 19 September 2021 Kota Batu ditetapkan sebagai daerah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1. Tetapi, akibat cakupan vaksinasi masih kurang, status Kota Batu masih di PPKM level 3

Juru bicara Satgas COVID-19 Kota Batu Onny Ardianto menyatakan levelling yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan mengacu pada akumulasi kasus konfirmasi positif maupun jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit , dan jumlah masyarakat yang meninggal dunia karena COVID-19.

Namun berdasar Instruksi Meneteri Dalam Negeri (Inmendagri), Kota BAtu masih berada di Level 3 yang penentuannya  dipengaruhi  capaian vaksinasi bagi masyarakat umum di wilayah Batu.

“Vaksinasi kami belum sampai 70 persen. Bahkan vaksinasi bagi lansia masih di bawah 40 persen,”kata Onny, Jumat (24/9/2021). 

Kepala Dinas Kominfo Kota Batu ini menekankan bahwa Inmendagrilah yang digunakan sebagai acuan Pemkot Batu untuk melkaukan aktivitas selama pandemi COVID-19 di daerah. Diantaranya mengatur kegiatan ekonomi sevara bertahap dengan pelonggaran operasional kafe, bioskop, wisata, maupun aktivitas pendidikan di sekolah.

“Kami selalu berusaha level PPKM dapat turun. Batu sudah siap. Satgas sudah dibentuk di semua tempat wisata sampai sekolah. Sertifikat CHSE juga sudah dikantongi,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota BAtu Dokter Susana Indahwati menjelaskan bahwa angka penambahan COVID-19 Kota Batu pada ari Rabu (22/9/2021) tercatat hanya 5 kasus dan pasien yang dirawat di ICU, serta nol kasus meninggal.

Sedangkan untuk pencapaian vaksinasi bagi masyarakat umum di Kota BAtu berdasar data Dinkes Kota Batu sudah mencapai sekitar 61 persen.

“Sedangkan untuk lansia, vaksinasinya masih 32 persen kisarannya. Kami masih terus lakukan percepatan,”jelasnya.

Kabid yang biasa dipanggil Dokter Susan ini menambahkan Dinas Kesehatan Kota Batu berupaya mengejar status Level 2 PPKM berdasar standar Inmendagri dengan bekerjasama lintas sektor, menggerakkan masyarakat untuk vaksinasi, dan mendekatkan layanan jemput bola kepada kelompok lansia.

“Kami sudah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk vaksinasi bagi pelajar, dengan Dinas Pariwisata untuk para pelaku dan pekerja wisata, juga menggandeng Diskoperindag utuk vaksinasi bagi pelaku UMKM,”imbuhnya.

Namun demikian, salah satu kendala yang dihadapi adalah akses teknologi untuk pendaftaran vaksinasi.

“Masalahnya kami membuka layanan vaksinasi berdasar link pendaftaran melalui medsos, dan ini jadi kendala untuk lansia karena mereka nggak bisa akses. Jadi ya kami jemput bola datang ke Balai RW atau Posyandu lansia,”jelas Dokter Susan.

Ia menegaskan bahwa dengan upaya percepatan vaksinasi yang dilakukan dan target distribusi vaksin dari pemerintah pusat sebanyak 7.000 per hari, maka akhir September atau di awal Oktober tahun ini Dinas Kesehatan Kota Batu dapat menjangkau seluruh cakupan vaksinasi bagi masyarakat umum maupun lansia sesuai dengan Inmendagri agar Kota Batu level PPKM dapat turun ke Level 2.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00