Nilai BTT Kota Malang Untuk Tangani Pandemi Covid-19 Diturunkan

Ketua DPRD Kota Malang I Made DK

KBRN, Malang : Badan Anggaran (Banggar) bersama  Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sepakat bahwa Belanja Tidak Terduga (BTT) dikurangi agar beban APBD 2022 tidak terlalu besar.

"Diturunkan  sebesar Rp 6 miliar untuk menambah pagu anggaran empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Bagian Umum Sekretaris Daerah," kata Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika, usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD, dengan agenda  penyampaian laporan hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Malang terhadap Ranperda Kota Malang tentang perubahan APBD tahun 2021, Rabu (22/9/2021).

Dijelaskan, adanya Permendagri No 26 dan 27 Tahun 2021, dimana menetapkan bahwa BTT tahun ini wajib ditambah 5-10 persen untuk BTT tahun depan. yang sebelumnya saat awal Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) BTT Rp 30 miliar.

Politisi PDIP itu mengatakan jika BTT Kota Malang tahun 2021 dianggarkan besar, tahun depan diprediksi dana BTT banyak yang menganggur karena BTT tidak boleh dibelanjakan jiak tidak ada kejadian luar biasa.

"Saya yakin dalam jangka waktu 2.5 bulan masih bisa mengatasi dampak Covid-19 dengan dana yang ada," ungkapnya.

Selain itu, dewan sudah  konsultasi dengan TAPD, jika tidak ada kejadian luar biasa bisa dilakukan refocusing. Sehingga disepakati menurunkan BTT supaya APBD di 2022  tidak terlalu berat.

Turunnya anggaran BTT, akan masuk dalam pagu anggaran Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), dan Bagian Umum Sekretaris Daerah. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00