Ribuan Calon Jemaah Haji Kabupaten Malang Kembali Tertunda Berangkat

Kepala Kemenag Kabupaten Malang, Musta

KBRN, Malang : Keberangkatan ribuan Calon Jemaah Haji (CJH) Indonesia asal Kabupaten Malang masih tertunda, imbas pandemi COVID-19 yang  membuat Pemerintah Arab Saudi masih menutup akses CJH dari sejumlah negara yang akan melaksanakan ibadah haji tahun ini. 

Kepala Kementerian agama (Kemenag) Kabupaten Malang, Musta'in menjelaskan hingga saat ini juga masih menunggu arahan selanjutnya dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Arab Saudi. 

"Ya hanya kami masih menunggu instruksi selanjutnya. Kalau sekadar kabar, katanya ada yang melaksanakan ibadah haji, tetapi ya hanya warga Arab Saudi saja," kata Musta'in, Sabtu (31/7/2021). 

Menurutnya, ada sekitar 1.609 CJH asal Kabupaten Malang yang masih tertunda keberangkatannya. Kata dia, ribuan CJH itu seharusnya dijadwalkan berangkat ke Makkah pada tahun 2020 lalu. Untuk tahun 2021 ini, pihaknya masih belum dapat menyebutkan jumlahnya secara pasti. 

"1.609 CJH itu antrean tahun 2020. Kalau tahun 2021 masih belum, memang sementara masih konsentrasi untuk tahun 2020 dulu," terangnya.

Ia membeberkan banyak CJH yang merasa kecewa, terlebih hingga saat ini masih belum ada kejelasan yang pasti terkait keberangkatan para CJH untuk menunaikan ibadah haji. 

"Mereka (CJH) awalnya kecewa, setelah mereka memahami kondisinya, akhirnya ya mulai menyadari, dan berangsur tidak ada yang protes. Sekarang kan akses informasi terbuka. Disana (Arab Saudi; red) kan juga kelihatan, memang masih ada sekian ribu yang beribadah, tapi itupun warga Arab sendiri," urai Musta'in. 

"Instruksinya sementara ini masih belum ada tanda-tanda. Sempat kami dapat informasi akan dibuka untuk umroh, tapi itu juga masih belum dipastikan. Dan nyatanya, saat ini masih ada 10 negara yang belum diperbolehkan untuk kesana (Arab Saudi; red) untuk ibadah. Salah satunya ya Indonesia,"sambungnya. 

Ia menambahkan sejak tahun 2020 lalu, pihaknya telah melakukan banyak upaya pendekatan kepada para CJH untuk memberi pemahaman bahwa kondisi yang terjadi saat ini memang masih belum memungkinkan untuk melaksanakan ibadah haji.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00