BTT Kabupaten Malang Terserap Sekitar Rp 18 Miliar untuk Tangani COVID-19

KBRN, Malang : Sejumlah upaya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang untuk menekan laju penyebaran COVID-19, mulai dari operasi simpati dan operasi yustisi hingga sosialisasi yang dilakukan oleh Forkopimda setempat. Bahkan hingga sekarang Belanja Tak Terduga (BTT) Kabupaten Malang yang sudah terserap mencapai Rp 18 miliar. 

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Malang Wahyu Kurniati menjelaskan saat ini BTT Kabupaten Malang sudah terserap di atas 50 persen lebih untuk penanganan COVID-19.  

"Kalau 50 persen, ya lebih. Pastinya harus saya lihat lagi, tetapi kalau besaran kisaran anggaran yang sudah terserap sekitar Rp 18 miliar. Kalau totalnya kan Rp 23 Miliar," kata Wahyu, Jumat (30/7/2021). 

Ia menjelaskan, serapan anggaran itu hingga saat ini sebagian besar digunakan untuk penanganan COVID-19 selama tahun 2021, melalui sejumlah kegiatan yang digelar selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Baik sejak PPKM Mikro hingga PPKM dengan level sekarang. 

"Terutama selama PPKM, dari PPKM Mikro, PPKM Darurat hingga saat ini PPKM Level. PPKM Mikro itu kan kalau tidak salah sejak bulan 3 ya, ya sejak itu," jelasnya. 

Sebab itu, Wahyu menyebut besar kemungkinan anggaran BTT Kabupaten Malang akan ditambah pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) atau APBD Perubahan mendatang. 

"Kemungkinan besar ditambah, jika iklimnya seperti ini terus. Tetapi kalau jumlah pastinya, kami belum bisa menyebutkan, karena nanti akan dibahas oleh tim anggaran," bebernya. 

Ia menambahkan, pengalaman pada tahun lalu, saat pandemi COVID-19 mulai menyentuh Kabupaten Malang, kebutuhan untuk penanganan juga telah diakomodir melalui BTT. 

"Yang pada saat itu pada tahun 2021, besaran BTT Kabupaten Malang mencapai sekitar Rp 200 miliar. Kalau berkaca tahun lalu memang kan amanatnya digeser ke BTT anggarannya, " tandas Wahyu. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00