Waspada Klaster Rumah Makan di Kota Malang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr. Husnul Muarif

KBRN Malang : Klaster baru Covid-19 terus bermunculan di Kota Malang. Diantaranya klaster rumah makan. Sebab itu, pengunjung dan pelaku usaha rumah makan di Kota Malang diimbau waspada dan tetap patuhi protokol kesehatan, serta mengikuti anjuran Pemerintah. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif saat dikonfirmasi RRI terkait adanya klaster rumah makan membenarkan. Bahkan, pihaknya sudah menerima laporan klaster rumah makan tersebut. 

" Teman-teman di puskesmas wilayah yang nanti akan melakukan tracing yang baru masuk tadi pagi infonya yaitu depot mie di Kasin itu, informasi yang lainnya belum terkonfirmasi kita cek nanti," ungkap Husnul, Rabu (23/6/2021). 

Husnul berpesan agar masyarakat tetap waspada dan wajib menerapkan protokol kesehatan. Terlebih dengan adanya pertambahan kasus terkonfirmasi positif di Kota Malang. 

"Makan-makan di restoran sebenarnya kita sudah ada regulasi dari Edaran Mendagri nomor 14 tahun 2021, maupun dari Perwal diantaranya jaga jarak dan pembatasan kapasitas tempatnya," terangnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Reporter RRI Awang Sukmawan, klaster rumah makan lainnya juga muncul di salah satu rumah makan di kawasan Soekarno Hatta. Pemilik rumah makan meninggal dunia disinyalir akibat Covid-19.

Selain itu, sebelumnya, klaster rumah makan juga muncul di salah satu depot di kawasan jalan Kawi, satu keluarga sejumlah 6 orang juga ditengarai terkonfirmasi positif, hingga kini depot itu masih tutup. 

Sementara, hingga berita ini diunggah, manajemen ketiga rumah makan itu masih belum bisa dikonfirmasi.

Sebelumnya, juga telah ditemukan klaster takziah di kawasan Kelurahan Bandulan dan Rampal Celaket. Bahkan kini proses tracing klaster itu belum selesai, namun telah muncul klaster rumah makan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00