Ingin Selamat, Pemkab Malang Hati-Hati Distribusi Bantuan Korban Gempa

KBRN, Malang : Pemerintah Kabupaten Malang ekstra hati-hati dalam mendistribusikan bantuan bagi korban gempa bumi di Malang Selatan pada 10 April lalu. Sebab itu, hingga kini dana bantuan recovery sebesar Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan, Rp 25 juta untuk rumah rusak sedang dan Rp 50 juta untuk rumah rusak berat belum juga didistribusi. 

" Untuk bantuan recovery rumah sekarang sedang berproses verifikasi, kami tidak ingin peristiwa pendistribusian bantuan korban gempa Lombok terulang di Malang, " kata Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto kepada RRI, Rabu (23/6/2021).

Sebab itu, perlu kehati-hatian dan ketelitian sebelum bantuan recovery rumah didistribusikan. Kini kata Didik, tengah dilakukan verifikasi oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang agar bantuan tepat sasaran. 

"Sehingga bantuan pusat tuntas dan tidak ada masalah di administrasi, di Lombok bantuan pusat terselesaikan tetapi problem admin terjadi akibatnya Pemda terperiksa, kami tidak ingin itu terjadi, " tegasnya. 

Ia khawatir Pemkab Malang akan menjadi terperiksa jika pendistribusian bantuan tidak dilakukan secara teliti dan hati-hati. Didik berharap dalam proses pendistribusian bantuan korban gempa Malang ini tepat dan tuntas. 

" Ya Warga berhak menerima dan leluasa mengunakan bantuan, tetapi Pemda juga harus selamat dan aman, makanya perlu uji publik, " tandasnya. Tujuan uji publik itu, agar masyarakat bisa langsung melakukan koreksi terhadap penerima bantuan recovery rumah terdampak gempa bumi. 

Saat ini, menurut Didik, korban gempa bumi Malang telah diberikan dana tunggu hunian sebesar Rp 500 ribu selama tiga bulan. Dana itu bisa digunakan untuk sewa tempat tinggal sembari menunggu dana recovery rumah terdampak gempa bumi turun dari pusat. 

" Pemerintah pusat sudah melakukan penganggaran sekarang, tunggu hasil verifikasi saja," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00