Sungai Mendangkal, Bencana Banjir Mengintai Warga Desa Pujiharjo Malang

Mantan Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso saat melihat sungai yang mengalami pendangkalan dan tertumpuk sampah. (Foto: Istimewa).

KBRN, Malang :  Sungai Tundo yang ada di Dusun Sipelot, Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang mengalami pendangkalan. Akibatnya bencana banjir mengintai warga setempat. Pendangkalan itu diperparah dengan banyaknya tumpukan sampah di sungai tersebut. 

" Sampah ini dari hutan dan kebun serta warga, ya begini kondisinya, kalau hujan deras air selalu meluap, " kata Mantan Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso kepada RRI saat menunjukkan tumpukan sampah di bawah jembatan Dusun Sipelot, Jumat (18/6/2021). 

Menurutnya, saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Desa Pujiharjo, air di Sungai Tundo meluap dan terjadi bencana banjir. Apalagi, terlihat tinggi antara daratan dengan permukaan air nyaris sama. 

" Sebab itu kami meminta kepada pemerintah untuk melakukan normalisasi sungai agar air di Sungai Tundo tidak meluap lagi soalnya air dengan daratan hampir sepadan, " terangnya. 

" Di sini ini kalau hujan lebih dari 2 jam, pasti air meluap dan terjadi banjir bencana, " sambung Hendik. 

Ia menjelaskan, pengerukan terkahir dilakukan pada 2 bulan lalu, tetapi tidak tuntas sehingga sungai masih dangkal dan tumpukan sampah belum bersih. 

"Dua bulan lalu kami dapat pinjaman alat dari Dinas PU Sumber Data Air dan BPBD selama seminggu untuk mengeruk sungai ini, " jelasnya. 

Tetapi, belum tuntas dilakukan pengerukan, alat berat sudah diambil untuk penanganan di lokasi terdampak gempa bumi. Sehingga dari target pengerukan sepanjang 1 kilometer, baru dilakukan pengerukan sepanjang 200 meter saja. 

" Itupun tidak ada bronjong dan dinding penahan air, jadi ya begini lagi kondisi sungai, " tukasnya. 

Sebab itu, ia meminta kepada Pemkab Malang untuk kembali melakukan pengerukan  dan normalisasi sungai agar Sungai Tundo tidak semakin dangkal. Ia khawatir bencana alam terjadi saat hujan deras terjadi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00