Puluhan Warga Kota Malang Terpapar Covid-19 Diduga Klaster Tarawih, Lurah Sebut Warga Lalai Prokes

KBRN, Malang : Sedikitnya 21 warga RW 9 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dilaporkan terpapar Covid-19. Diduga penularan Covid-19 tersebut terjadi saat warga melaksanakan salat tarawih berjamaah pada Ramadan lalu di Masjid Al- Waqar Perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau.

Lurah Tlogomas, Andi Aisyah Muhsin mengungkapkan, sebenarnya protokol kesehatan secara ketat sudah diterapkan di masjid tersebut. Mulai dari jaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, hingga penggunaan hand sanitizer.

“Semua sudah sesuai protokol kesehatan, tetapi namanya masjid kita kan tidak bisa membatasi, jamaah bisa darimana saja. Kita hanya bisa mengimbau, tidak bisa mengawasi satu persatu,” ungkapnya, Senin (17/5/2021).

Menurutnya, warga yang terpapar Covid-19 diduga karena kelalaian. Pasalnya, kondisi pandemi dianggap sudah mulai mereda.

“ Kesadaran masyarakat mulai menurun, padahal jangan sampai lalai. Kami berharap tetap taat protokol kesehatan,” kata dia.

Sementara ini, terdata ada 21 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Namun jumlah itu masih bisa bertambah mengingat Dinas Kesehatan masih terus melakukan tracing dan tracking pada warga di empat RT yang memiliki kontak erat dengan jamaah yang positif terpapar Covid-19.

“Hari ini dilakukan tracing berdasarkan tracking yang dilakukan. Kita lakukan rapid test antigen pada warga yang kontak erat, sementara ini sudah 80 lebih warga yang sudah mengikuti rapid,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji.

Akibat kejadian itu, aktivitas ibadah di masjid tersebut juga ditutup sementara hingga 14 hari ke depan. Di depan pintu pagar masjid yang tertutup, dipasang surat imbauan dari Lurah Tlogomas yang meminta warga untuk sementara beribadah di rumah masing-masing. Penutupan masjid ini dilakukan sejak tanggal 15 Mei lalu. 

“Saya minta pemahaman warga untuk menahan diri beribadah di rumah masing-masing. Saat masjid ditutup sementara ya jangan ibadah di tempat lain. Karena saat ini kita dihentakkan dengan kejadian luar biasa yang membuat prihatin. Ini menunjukkan bahwa Covid-19 belum selesai,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00