Petani di Malang Selatan Mengganti Tanaman Sawit dengan Kelapa Hibrida

KBRN, Malang : Petani kelapa sawit di Malang Selatan mulai membongkar tanamannya, mengganti dengan kelapa hibrida. Lembaga Konservasi Sahabat Alam Indonesia (SAI) mencatat saat ini sudah ada sejumlah petani di beberapa desa di Malang Selatan yang mulai membongkar tanaman kelapa sawit.

"Belum semua, tapi sudah banyak. Mulai Tumpakrejo, Sumberbening, Bandungrejo dan masih ada desa lain, karena membongkar biayanya juga besar," kata Founder SAI, Andi Syaifudin, Minggu (16/5/2021). 

Ia mengatakan tanaman kelala hibrida lebih memiliki nilai ekonomis ketimbang tanaman kelapa kelapa sawit. Diakuisisi, untuk penanaman pertamanya, masih butuh waktu selama kurang lebih 4 tahun untuk bisa memperoleh hasilnya. 

"Hasilnya mulai dari kayu, janur, kelapa muda, sabut kelapa, batok kelapa, kulit ari, daging kelapa, air kelapa, " terangnya. 

"Bahkan, hingga minyaknya dapat membawa nilai manfaat. Ini 3-5 bulan ini ditanami kelapa. Targetnya, 3-4 tahun sudah besar," sambung Andi.

Ia juga menyebut, sebelum ditanami kelapa hibrida, dari catatannya, sejumlah petani kelapa sawit di Kabupaten Malang juga tengah mencari referensi untuk tanaman pengganti sawit yang masih memiliki nilai ekonomis. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00