Pemkot Batu Izinkan Salat Idulfitri

KBRN, Batu: Pelaksanaan salat Idulfitri 2021 di Kota Batu bisa dilaksanakan di masjid atau lapangan dengan syarat hanya berkapasitas 50 persen dari kapasitas penuh.

Pemberlakuan kebijakan ini seiring dengan keluarnya SE Kemenag Nomor 07 Tahun 2021 dan status Kota Batu yang masuk zona kuning. Sementara untuk wilayah berzona merah harus dilakukan di rumah masing-masing.

Walikota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan pelaksanaan sholat id harus menerapkan protokol kesehatan, selain itu pihaknya meminta masyarakat untuk menahan diri tidak melakukan kunjungan keluar wilayah tinggalnya.

"Alhamdulillah bisa dilaksanakan, tapi tetap dengan protokol kesehatan, untuk Masyarakat mohon untuk tahan dulu, tidam pergi-pergi ke luar desa atau kampungya," jelasnya, Selasa (11/5/2021).

Pemkot Batu juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dalam pertemuan secara virtual itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan SE 451/10180/012.1/2021 tentang Penyelenggaraan Sholat Idul Fitri 1442/Hijriyah 2021 di saat masa pandemi Covid-19 di Jawa Timur.

Dalam SE itu, terdapat perbedaan dengan SE Kemenag. SE Gubernur Jawa Timur mengimbau agar khutbah berlangsung cepat maksimal 10 menit, sedangkan SE Kemenag, khutbah berlangsung secara singkat maksimal 20 menit.

Terpisah, Wakil Walikota Batu Punjul Santoso mengimbau agar warga yang lanjut usia melaksanakan salat di rumah, termasuk orang yang sakit ataupun baru saja sembuh dari sakit.

"Untuk yang usia lanjut diharapkan sholat id di rumah, begitu juga yang sakit atau sembuh dari sakit, serta tidak diperkenankan ada halal bihalal," katanya.

Ia juga menambahkan seluruh masyarakat juga dilarang melakukan open house atau halal bihalal seperti masa sebelum pandemi Covid-19.

Meski Salat Ied berjamaah di masjid diperbolehkan, namun ada larangan untuk melaksanakan takbir keliling berdasarkan SE Kemenag dan SE Gubernur Jawa Timur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00