Atasi Banjir di Kabupaten Pasuruan, BBWS Brantas Bakal Bangun Sudetan Kali

KBRN, Pasuruan : Tahun ini, Balai Besar Wilayah Sungai ( BBWS) Brantas bersama Pemkab Pasuruan akan mulai membangun Sudetan Kali Bangiltak.

Misbah Zunib, Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten Pasuruan mengatakan, pembangunan sudetan dilakukan selama tiga tahun, yakni 2021-2023.

"Anggaran pembangunnnya bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dengan nilai sebesar Rp 600 Milyar. Hanya saja, sebelum dibangun, Pemkab Pasuruan berkewajiban untuk menyelesaikan pembebasan lahan selama dua tahun, " kata Misbah, Kamis (6/5/2021).

Perihal pembebasan, Misbah menegaskan bahwa BBWS saat ini sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 Milyar. Sementara apabila dikalkulasikan, total anggaran yang diperlukan untuk membebaskan lahan warga hingga fasilitas umum hingga sebanyak 1872 bidang ini mencapai sekitar 250 Milyar.

"Anggaran tersebut terbagi menjadi dua, yakni nominal sebesar Rp 190 Milyar untuk lahan dan bangunan warga yang bersertifikat dan Rp 60 Milyar untuk yang belum bersertifikat, " jelasnya.

Hanya saja, terkait kesediaan anggaran pembebasan lahan, Misbah menjelaskan, Pemkab Pasuruan akan mempertimbangkannya, lantaran anggaran tersebut tidak sedikit plus adanya refocusing di hampir semua OPD di Kabupaten Pasuruan.

"Tetapi kalau APBD masih dipertimbangkan berapa alokasi yang digunakan. Insya Allah menjelang PAK akan diberikan gambaran nominalnya," singkatnya.

Seperti diketahui, wilayah Bangil, Beji dan Gempol merupakan daerah langganan banjir. Dengan rencana pembangunan Sudetan, ribuan rumah hingga fasilitas umum di 3 kecamatan akan dibebaskan. Diantaranya Kecamatan Gempol meliputi Desa Gempol dan Legok. Kemudian Kecamatan Beji yang meliputi Desa Cangkring Malang, Kedungringin, Kedungboto, dan Pagak. Serta Desa Kalianyar dan Tambakan di Kecamatan Bangil.

Kata Misbah, sampai sejauh ini, tahapan pembangunan masih dalam studi larap yang meliputi identifikasi permasalahan, baik dari sisi sosial maupun teknis lapangan.Selain itu, pihaknya juga mulai melakukan sosialisasi ke warga-warga yang akan direlokasi. Harapannya, warga dapat memahami, lantaran pembangunan sudetan ini memiliki multi efek player yang besar. Yakni dalam rangka penanggulangan banjir yang kerap kali menyambangi wilayah terdampak saat musim penghujan tiba.

"Pentingnya dibangun Sudetan, karena pada november atau desember sampai maret, beberapa wilayah selalu jadilangganan banjir. Maka dari itu, dibangunnya sudetan bisa menanggulangi banjir. Target selesai tahun 2023, " tutupnya. (Emil Akbar-Kontributor RRI Wialayah Pasuruan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00