Tim Gabungan di Kabupaten Pasuruan Siapkan 7 Titik Penyekatan

KBRN, Pasuruan : Tim gabungan yang terdiri dari personel Pemerintah Kabupaten Pasuruan, TNI dan POLRI setempat sudah menyiapkan 7 titik penyekatan, untuk menghalau pergerakan mudik lebaran tahun 2021.

Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan menjelaskan, ketujuh titik penyekatan yakni Simpang tiga depan Polsek Prigen, Simpang arteri gempol (perbatasan Pasuruan-Mojokerto), simpang tiga depan Masjid Assalam Gempol (perbatasan Pasuruan-Sidoarjo), exit tol Gempol atau beji, exit tol Pandaan dan exit tol Purwodadi (Perbatasan Pasuruan-Malang).

Selain Pos penyekatan, Polres Pasuruan juga telah menyiapkan 3 Pos Pengamanan (Pos Pam) Pos Penyekatan Rayon yang menjad atensi khusus dari Polda. Diantaranya Simpang 3 Gempol, Jalur Arteri Gempol dan Simpang Tiga depan Polsek Prigen.

"Kita juga siapkan Pos Pam di Pos Lantas Bangil, karena untuk mengantisipasi pergerakan dari para pemudik yang melintas di depan Pos Lantas,” kata Kapolres, Rabu (5/5/2021). 

Lebih lanjut Kapolres menambahkan, Kabupaten  Pasuruan   Masuk  Satu  Rayon  Dengan  Kabupaten  Malang,  Kota Malang,  Kota Batu,  Kabupaten Probolinggo,  Kota  Probolinggo,  Dan  Kota Pasuruan. Sehingga  Warga  Yang  Beridentitas  Di Wilayah  itu,  masih  diperbolehkan  untuk  melintas atau  dengan  istilah  mudik  lokal. Namun hal itu tidak berlaku bagi warga yang berasal dari luar kota atau luar rayon.

"Kalau  tidak  ada  kepentingan  mendesak, maka kami  arahkan  ke  Tol  atau  putar balik, " ucapnya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf menegaskan bahwa kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat akan dilaksanakan sepenuhnya.

Sebagai langkah awal, orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan ini mewanti-wanti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Pasuruan untuk tidak sekali-kali mencoba mudik saat menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang.

"Kita mengikuti kebijakan pusat. Penekanan saya di ASN untuk tidak sekali-kali mencoba keluar kota untuk mudik, saat mendekati Hari Raya Idul Fitri mendatang, " jelasnya.

Sebagai upaya antisipasi, Bupati Irsyad tak akan mengeluarkan ijin bagi ASN yang akan melaksanakan mudik dengan alasan apapun.

Menurut Irsyad, kebijakan larangan mudik bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 seperti yang terjadi sebelumnya. Yakni pada beberapa kali masa libur panjang, termasuk saat libur Natal dan Tahun Baru 2020 lalu.(Emil Akbar-Kontributor RRI Wilayah Pasuruan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00