ASN Nekat Mudik, Sanksi Tegas Menanti

KBRN, Pasuruan : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mewanti-wanti seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) agar tak nekat mudik pada lebaran tahun ini. Pasalnya, sanksi tegas sudah disiapkan untuk mereka yang tepergok mudik saat penyekatan mulai 6 Mei nanti.

Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengungkapkan, larangan mudik berlaku untuk semua orang. Termasuk para ASN di Pemkab Pasuruan.

 "Semuanya dilarang mudik, " ucap Anang, Selasa (4/5/2021).

Mobilitas selama larangan mudik, lanjut Anang, hanya diperbolehkan untuk beberapa tujuan. Di antaranya bekerja atau perjalanan dinas, berobat karena sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, dan pemeriksaan ibu hamil. Semua keperluan di luar empat poin tersebut, harus dilengkapi dengan Surat Izin Perjalanan Tertulis atau Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM) sebagai persyaratan melakukan perjalanan atau surat keterangan dari kepala desa/lurah setempat/pejabat teratas/pimpinan perusahaan.

"Wajib punya print out surat ijin perjalanan tertulis, kemudian ada tanda tangan dan stempel dari kades/lurah/pejabat teratas/pimpinan perusahaan," tegasnya.

Sebaliknya, jika ada ASN yang nekat mudik mulai 6-17 Mei nanti, pemkab akan memberikan sanksi tegas. Terkait jenis sanksi yang akan diberikan, Anang menyebut masih akan melakukan pembahasan. Meski demikian, karena hal itu termasuk pelanggaran disiplin, otomatis akan diproses oleh inspektorat.

Belajar pada pengalaman tahun lalu, Anang menuturkan jika kasus Covid-19 melonjak tajam setelah Idul Fitri. Penambahan terutama berasal dari klaster keluarga. Hal tersebut diupayakan dicegah agar tidak terjadi lagi tahun ini. (Emil Akbar - Kontributor RRI Wilayah Pasuruan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00