Cegah Covid-19, 9 PMI Asal Kota Malang Jalani Karantina

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr. Husnul Mu

KBRN, Malang : Sembilan Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) asal Kota Malang harus menjalani karantina selama 3 hari di safe house. Hal itu menyusul kebijakan pemerintah terkait pemberlakuan larangan mudik oleh pemerintah pada  hari Raya Idulfitri 1442 H. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Mu'arif kepada RRI mengatakan, 9 PMI ini harus menjani isolasi terlebih dahulu selama 5 hari sebelum mereka diperbolehkan bertemu keluarganya.

Jumlah 9 orang ini, menurut Husnul, di luar dua orang warga Kelurahan Tunggulwulung yang sebelumnya telah datang terlebih-lebih dahulu dan menjalani isolasi mandiri. Hasil swab dua orang tersebut dinyatakan negatif.

"Hasil swabnya untuk 2 orang sudah negatif jadi sudah bisa kumpul keluarga," kata pria yang juga merupakan juru bicara Satgas Covid-19 Kota Malang ini, Senin (4/5/2021).

Dijelaskan, untuk yang di rumah karatina 9 orang ini sebelumnya telah menjalani karantina di asrama Haji Sukolilo Surabaya selama 2 hari, dan 3 hari menjalani karantina di safe house. Selanjutnya akan dilakukan swab kepada kepada mereka. Informasinya, dua orang sudah dilakukan tes usap (swab), namun hasilnya masih belum dilaporkan. 

"Sesuai dengan tupoksi, untuk menjemput PMI asal Kota Malang dari asrama Haji Sukolilo, sudah ada tim-nya sendiri yaitu ada Dishub, Disnaker dan Dinkes yang akan memfasilitasi dan mendampingi kepulangan PMI ini," ujarnya.

Terkait berapa jumlah rencananya PMI yang akan pulang ke Kota Malang, Husnul mengaku tidak mengetahui secara pasti. S

"Dinas tenaga kerja yang mengetahui berapa jumlah PMI yang direncakan pulang selama musim liburan dan habis kontraknya, tetapi biasanya ada notifikasi dari keimigrasian daftar tanggal kepulangan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00