OJK Malang Masih Kaji Kasus Dugaan Penipuan Eks Karyawan Bank Mega

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri

KBRN, Malang: Kasus dugaan tindak pidana perbankan atau penipuan uang nasabah Bank Mega Malang masih belum menemui titik terang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang kini juga masih terus mengkaji kasus yang merugikan enam orang nasabah dengan total kerugian mencapai Rp 3 miliar lebih.

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri mengatakan, dari sisi teknis, pengawasan terhadap Bank Mega Malang selama ini dilakukan oleh pengawas di kantor  pusat. “Kami koordinasi dengan pengawas di kantor pusat. Informasinya disana sudah dilakukan pembahasan, nah kita tunggu hasil pembahasannya,” kata Sugiarto, Jumat (20/11/2020).

Sementara dari sisi layanan pengaduan, OJK Malang telah memfasilitasi pertemuan antara nasabah yang diwakili tim kuasa hukum dan pimpinan Bank Mega Malang. “Sebenarnya pengaduan pertama masuk di bulan September, aduan ini sudah diteruskan ke bank untuk ditindaklanjuti dan dikomunikasikan dengan nasabah. Kami masih berupaya mencari titik temunya,” tuturnya. 

Proses penyelesaian kasus ini, sambung Sugiarto, memang masih belum menemui titik temu. Pasalnya, nasabah menyampaikan bahwa uang yang tersimpan di bank tak bisa ditarik. Sementara pihak bank berpendapat bahwa uang tersebut secara sistem tidak tercatat di pembukuan bank. “Maka ini perlu penelitian yang lebih mendalam, tidak bisa kita lihat informasinya kemudian langsung disimpulkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, secara umum, aturan pengaduan konsumen diatur di peraturan OJK nomor 1 tahun 2013 tentang perlindungan konsumen. Dalam aturan itu, tertuang bahwa penyelesaian pengaduan dilakukan dengan pertemuan antara kedua belah pihak. “Jika memang dibutuhkan pertemuan lagi kami siap memfasilitasi. Termasuk soal klausul tanggung jawab bank terhadap nasabah,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, dua dari total enam nasabah melaporkan eks mantan karyawan Bank Mega Malang berinsial YA pada Polresta Malang Kota. YA yang terakhir menjabat sebagai Kepala KCP Bank Mega Kyai Tamin diduga telah menggelapkan uang nasabah senilai Rp 3 miliar lebih. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00