Geledah LP Wanita Sukun Malang, Petugas Temukan Barang Berbahaya

KBRN, Malang: Tim gabungan melakukan penggeledahan blok di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Kelas IIA Sukun Malang. Dari hasil penggeledahan tim LP, kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut, sejumlah barang berbahaya diamankan petugas. Selain melakukan penggeledahan, 40 orang warga binaan yang diduga mengkonsumsi narkoba juga menjalani tes urine. 

Dalam penggeledahan tersebut, satu persatu barang yang ada di 12 sel dari dua blok tahanan narkoba tak luput dari pemeriksaan petugas. "Ada sejumlah barang yang kita amankan karena terindikasi berbahaya bagi keamanan dan ketertiban," kata Kepala LP Wanita Kelas IIA Sukun Malang, Senin (16/12/2019).

Barang berbahaya itu diantaranya cermin, obat-obatan tanpa resep dokter, cairan pembersih wajah dosisi tinggi, serta kawat. "Kaca ini sebenarnya barang yang wajar dimiliki oleh wanita, tetapi disini kami amankan karena berpotensi bisa digunakan sebagai alat untuk bunuh diri ataupun mengikir sel. Sedangkan obat-obatan tanpa resep dokter dan cairan pembersih wajah dosis tinggi ini juga berpotensi membahayakan," ungkap Ika. 

Menurutnya, penggeledahan itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah peredaran barang berbahaya dan narkotika di dalam LP. Apalagi, di momen mendekati natal dan tahun baru, ada kemungkinan dorongan psikologis bagi warga binaan untuk bebas. "Ini adalah menyikapi menghadapi Nataru, terkadang narapidana ingin ikut merasakan euforia di luar. Yang kita khawatirkan rasa ingin lari dari lapas. Selain itu, juga menyikapi isu bahwa terjadi peredaran narkoba dari dalam lapas," ujarnya. 

Sementara itum dari hasil tes urine terhadap 40 warga binaan, menunjukkan negatif. Meski demikian, peredaran narkoba di dalam LP tetap harus diwaspadai. "Peredaran di Lapas harus diwaspadai, meskipun di Malang tidak ditemukan. Tetapi saat ini ada satu warga binaan yang masuk dalam sel khusus. Dia dititipikan dari Bandung dan harus diisolasi karena terbukti mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu dari dalam Lapas," tegas Kepala BNN Kota Malang, AKBP Agoes Irianto. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00